Cerita Dosen UGM Pernah Gagal UN Tapi Lulus Oxford dan Harvard University

Lusiana Mustinda - detikEdu
Jumat, 11 Jun 2021 10:30 WIB
Rifky dosen ugm
Foto: UGM
Jakarta -

Muhammad Rifky Wicaksono, S.H., MJur (Dist)., LL.M., adalah dosen Fakultas Hukum (FH) UGM yang belum lama ini diwisuda dari program master hukum Harvard University. Kisahnya dapat menginspirasi para pelajar untuk tetap semangat dan berusaha.

Rifky berhasil membawa dua penghargaan Dean's Scholar Prize karena mendapat nilai tertinggi untuk dua mata kuliah yaitu Mediation dan International Commercial Arbitration. Selain itu ia juga mendapat predikat Honors untuk tesisnya dengan rumusan 'theory of harm' baru untuk hukum persaingan usaha Indonesia dalam menganalisis merger di pasar digital.

Tahun ini, Rifky juga menjadi satu-satunya orang Indonesia yang lulus dari program Master of Laws Harvard Law School. Kampus tersebut juga merupakan almamater mantan Presiden Amerika, Barack Obama.

"Alhamdulillah sangat bersyukur bisa menyelesaikan studi dalam waktu 10 bulan dan wisuda kemarin bulan Mei," ujar Rifky pada Kamis (10/06) yang dilansir dari laman resmi UGM.

Prestasi Rifky tidak hanya dapat lulus dengan predikat terbaik di Harvard. Sebelumnya Rifky juga menjadi orang pertama yang mendapat gelar Magister Juris dari University of Oxford di tahun 2017 melalui beasiswa Jardine Foundation.

Di Oxford, pria kelahiran Yogyakarta 28 tahun silam ini juga meraih penghargaan Distinction. Ini merupakan predikat akademik tertinggi untuk studi master hukum.

Namun di balik kesuksesan Rifky yang berhasil lulus di dua kampus terbaik di dunia, ia memiliki cerita unik. Rifky sempat gagal dalam ujian Nasional saat SMA.

"Saat itu saya terlalu terlena menyiapkan diri mengikuti lomba debat internasional. Saat itu juga saya menyadari lengah untuk belajar, berjuang dan bekerja keras mempersiapkan Ujian Nasional," tutur Rifky.

"Gagal UN waktu itu menjadi salah satu titik balik kehidupan saya. Saya belajar bahwa kesuksesan tidak bisa instan dan hanya mengandalkan bakat. Perjuangan kita saat menjalani proses itu ternyata lebih penting," tambahnya.

Belajar dari kegagalan tersebut, Rifky berjuang keras sampai akhirnya dapat masuk ke FH UGM di tahun 2010. Selama berkuliah di fakultas hukum, Rifky juga menorehkan prestasi dan mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi FH UGM 2012.

Rifky dan juga tim mahasiswa FH UGM berhasil menjuarai tingkat nasional dan mewakili Indonesia pada lomba peradilan semu Philip C Jessup International Law Moot Court Competition. Ia berhasil lulus dari FH UGM di tahun 2014 dengan IPK 3,95.

Lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia