Kisah Mahasiswa RI Raih Beasiswa di Italia: Visa Tertolak Hingga Gap Year

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Sabtu, 22 Mei 2021 15:47 WIB
Divers group of high school of college graduates smiling during the graduation ceremony. They are standing in a row.
Foto: iStock/Kisah Mahasiswa RI Raih Beasiswa di Italia: Visa Tertolak Hingga Gap Year
Jakarta - Beasiswa Italia berhasil diperoleh Rara Maulina yang kini menjadi mahasiswa di Global Humanities di Sapienza University of Rome. Sudah lima bulan, Rara menjalani perkuliahan yang dimulai pada Desember 2020.

Rara mengajukan pendaftaran beasiswa Regional Laziodisco pada Juni 2020. Beasiswa ini merupakan satu-satunya beasiswa di Italia yang terbuka untuk pendaftaran S1.

"Untuk beasiswa Laziodisco yang penting kita sudah terdaftar dahulu di kampusnya. Karena memang belum bisa daftar beasiswanya kalau kita belum dapat Letter of Acceptance (LoA) dari universitas," kata Rara.

Seperti kisah mahasiswa lain yang mengajukan beasiswa di luar negeri, Rara juga mengalami banyak tantangan. Namun Rara yang sejak SMA tak punya keinginan kuliah di Indonesia, keukeuh melalui tantangan itu.

"Rela-relain gap year karena ketolak visa tidak masalah daripada lanjut kuliah di Indonesia," kata Rara pada detikEdu dalam Program Lipsus detikcom dengan PPID (PPI Dunia).

Selain gap year, visa Rara sempat tertolak hingga beberapa kali. Penolakan ini mengacaukan rencana Rara berangkat lebih dulu ke Italia untuk belajar bahasa lebih dulu.

"Visa Rara sempat ditolak dua kali tidak tahu kenapa. Rara tanya email kedutaan tidak ada respon ya sudah, (tetapi) Rara tetap masih mau coba (daftar beasiswa) Italia lagi," kata Rara.

Penguasaan bahasa memudahkan Rara menjalani perkuliahan di perguruan tinggi Italia. Saat ini, kampus Italia jenjang S1 masih jarang menggunakan bahasa Inggris sebagai selama perkuliahan.

Setelah penolakan visa, Rara juga harus menghadapi lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Italia. Seluruh kejadian ini tidak membuat Rara menyerah memperjuangkan impiannya.

Kepada semua yang ingin mendapatkan beasiswa ke Italia atau negara lain, kisah Rara tentu bisa memberi inspirasi. Rara juga berpesan agar hati-hati dalam menyiapkan berkas yang kadang membingungkan.

"Jangan sampe salah isi formulir karena sedikit saja salah itu bisa gagal. Karena ada mahasiswa Indonesia yang pernah gagal hanya karena salah isi formulir, mungkin karena tidak sesuai dengan data asli," kata Rara.

Simak Video "Penembakan Brutal Terjadi di Italia, Bunuh Lansia dan 2 Anak-anak"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia