Lebaran di Negeri Rantau

Kisah Mahasiswa RI Lebaran di Spanyol: Diajak Foto Usai Sholat Id karena Batik

Rahma I Harbani - detikEdu
Selasa, 18 Mei 2021 17:30 WIB
kisah puasa mahasiswa ri di Barcelona
Foto: Dok. Handoyo
Jakarta -

Salah seorang mahasiswa PhD Indonesia di Spanyol, Handoyo, menceritakan pengalamannya saat merayakan hari lebaran di negara orang, Spanyol. Ia mengaku suasana lebaran di Spanyol jelas jauh berbeda dengan suasana lebaran di Indonesia.

"Pasti beda sih sama di Indonesia, lebih ramai di Indonesia karena kita (penduduk muslim) kan minoritas di sini," ujar Handoyo kepada detikEdu dalam Program Lipsus detikcom dengan PPID (PPI Dunia), Selasa (18/5/2021).

Berdasarkan penuturan Handoyo, meskipun perayaan lebaran tidak semeriah di Indonesia, penduduk muslim di Spanyol masih bisa melaksanakan sholat Idul Fitri secara berjamaah. Sholat Idul Fitri tersebut dilaksanakan di sebuah lapangan pusat kota Barcelona.

"Alhamdulillah kita sudah boleh sholat Ied berjamaah, tahun lalu tidak boleh karena lockdown. Jadi kayak seneng saja gitu, dapat feel-nya nih bertemu dengan orang-orang," tutur Dosen Teknik Geologi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) tersebut.

kisah puasa mahasiswa ri di Barcelonakisah puasa mahasiswa ri di Barcelona Foto: Dok. Handoyo

Sholat Idul Fitri tersebut dibagi ke dalam 3 sesi sholat dengan 1 sesinya diikuti oleh 400 jamaah. Termasuk di antaranya mahasiswa muslim Indonesia dan pekerja muslim dari berbagai negara seperti, Maroko, Pakistan, hingga Afrika.

Setelah pelaksanaan sholat Idul Fitri, Handoyo menceritakan bahwa ia sempat menarik perhatian para penduduk muslim di sana, salah satunya para warga Maroko.

Diketahui hal itu karena baju batik dan peci hitam khas Indonesia yang tengah dikenakannya. Bahkan ia pun mengaku diajak foto bersama dengan warga Maroko tersebut.

"Waktu sholat Ied itu kayak diperhatikan terus (dengan warga sekitar), hingga ada yang bertanya (saya) dari mana asalnya, lalu ya sudah (setelah itu) mengajak foto-foto bersama," cerita Handoyo.

"Orang lain kayak memerhatikan (saya) terus, (mereka berpikir) kok beda. Karena orang-orang Maroko punya style (ciri khas pakaian) sendiri, orang-orang Pakistan juga," lanjutnya lagi.

Adapun makanan khas lebaran di Indonesia, Handoyo mengungkapkan bahwa ia dan para mahasiswa Indonesia lain juga ikut menikmati makanan khas Indonesia saat lebaran. Mereka berinisiatif untuk berkumpul bersama para mahasiswa Indonesia di salah satu rumah mereka.

Handoyo menyebutkan mereka memasak opor ayam, rendang, bakso, soto, hingga gorengan. Tidak dipungkiri, momen makan bareng masakan Indonesia jarang dilakukan. Menurutnya, warung makanan yang menyediakan masakan Indonesia pun mematok harga yang mahal di Spanyol.

"Jarang makan masakan Indonesia. Ada sih satu warung Indonesia, cuman mahal banget harganya," katanya.

Sebelum pandemi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) biasanya menyelenggarakan halal bihalal bersama saat lebaran. Namun, tahun ini, KBRI di Spanyol meniadakan halal bihalal hari lebaran secara luring maupun daring.



Simak Video "Libur Lebaran, Wisatawan di Cikao Park Purwakarta Dites Covid-19 Acak"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia