Puasa di Negeri Rantau

Kisah Mahasiswa RI Puasa di Tunisia: Tak Ada Beduk & Orang Jualan Takjil

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 21 Apr 2021 18:18 WIB
Puasa di negeri rantau
Foto: Foto: dokumen Olive/Kisah Mahasiswa RI Puasa di Tunisia: Tak Ada Beduk & Orang Jualan Takjil
Jakarta -

Sudah dua Ramadhan bagi Alifia Zahratul Adha atau yang biasa dipanggil Olive ini berpuasa di Tunis El Khadra (sebutan lain untuk Tunisia yang artinya daerah yang banyak tanaman hijau). Olive merupakan mahasiswa jurusan Quran Hadits yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Zaitunah Tunisia, Afrika Utara.

Ramadhan 2021 dan 2020 dihabiskan oleh Olive dengan merantau.

Olive kerap merindukan nuansa berpuasa di Tanah Air. "Berpuasa di sini sangat berbeda, banyak sekali perbedaan dan banyak moment yang miss, ada di Indonesia tidak ada di Tunisia, Ramadhan di sini tidak semeriah di Indonesia," ujar mahasiswa asal Bekasi ini kepada detik.com, seperti ditulis Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, di Tunisia tidak ada momen berbuka bersama keluarga yang ditemani takjil khas Ramadhan dan bunyi bedug yang berdendang. Di Tunisia juga tidak ada orang berjualan takjil.

"Durasi puasa sekitar 15-17 jam karena pergantian musim. Awalnya shock dan lemas tapi lama-kelamaan menjadi terbiasa dan tahan," ujar Olive.

Di Tunisia Olive mengaku lebih tertantang, hal ini dikarenakan dirinya harus belajar mandiri. "Mulai dari mempersiapkan menu buka dan sahur, bahkan ketika sahur jam 02.30 kita ditantang bangun lebih awal," cerita Olive.

Olive juga bercerita bahwa berpuasa Ramadhan 2021 saat situasi pandemi COVID19 cukup unik. Hal tersebut dikarenakan saat tarawih hanya diberikan waktu 30 menit untuk menunaikannya dengan shaf yang berjarak.

"Serunya terkadang ketika berangkat tarawih kita saling menjemput antara teman satu dan lainya sehingga kita rombongan bersama teman menuju ke masjid," ujar Olive.

Keunikan lainnya yaitu dalam hal pakaian, perempuan menggunakan mukena sedangkan laki-laki berpeci dan bersorban. Hal tersebut menarik perhatian masyarakat Tunisia.

Menurut Olive, pakaian sholat masyarakat Tunisia berbeda dari masyarakat Indonesia. Kebersamaan yang dirasakan lainnya adalah saat berbuka bersama teman.

"Bukber dengan teman seangkatan dan mereka membawa masakan Indonesia yang mereka buat dan racik sendiri, hampir semuanya memasak, karena rindu Indonesia," papar Olive.

Puasa di negeri rantauPuasa di negeri rantau Foto: Foto: dokumen Olive

Makanan yang dimasak oleh teman-teman Olive biasanya adalah bakso, mie ayam, ayam kecap, tumis kangkung, dan lain sebagainya.

"Untuk buka kita bikin takjil biasanya kaya agar-agar, risol dan lainnya. Kemudian dilanjut makanan inti seperti nasi ayam sambal. Nah untuk sahurnya kita lebih simple aja sih pakai telur dan mie," ujar mahasiswa jurusan Quran dan Hadist ini.

Olive juga mengisahkan bahwa mahasiswa Indonesia di Tunisia cukup kreatif dalam hal mengolah makanan.

"Ada beberapa mahasiswa yang inisiatif untuk memproduksi makanan Indonesia seperti kecap, tempe, takjil, dan makanan Indonesia lainnya," cerita Olive.

Klik halaman selanjutnya

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia