Kisah Penerus Wardah, Salman Subakat Dorong Pendidikan di Indonesia

Puti Yasmin - detikEdu
Jumat, 19 Mar 2021 18:10 WIB
Nurhayati Subakat, CEO Wardah
Foto: Dok. Wardah/Kisah Penerus Wardah, Salman Subakat Dorong Pendidikan di Indonesia (Kanan)
Jakarta - Pendidikan merupakan suatu hal yang penting, termasuk di Indonesia. Pasalnya, dengan pendidikan bisa mengubah segala sesuatu menjadi mungkin.

Hal itu juga yang menjadikan penerus Wardah, Salman Subakat ikut terjun dalam mendorong dunia pendidikan di Tanah Air. Pria yang lahir pada 20 Juli 1980 ini sekarang duduk sebagai CEO PT Paragon Technology and Innovation.

Melalui perusahaan yang didirikan sang Ibu Nurhayati Subakat, ia banyak mendukung pendidikan di Tanah Air. Salah satunya dengan memberikan beasiswa melalui program Paragon Scholarship kepada mahasiswa dan mahasiswi di Indonesia.

Hal ini juga disampaikan oleh Salman dalam acara 'Pengayaan Jurnalistik Kiat-kiat Menulis Profil dan Wawancara Tokoh' oleh Jurnalis Peduli Pendidikan, Kamis (18/3/2021). Menurutnya, sedari kecil ia telah ditanamkan bahwa pendidikan merupakan salah satu hal yang utama.

Bahkan, dengan pendidikan semua hal bisa dicapai. Sehingga keluarganya selalu menomorsatukan pendidikan, baik untuk diri sendiri dan untuk orang lain (memberikan beasiswa).

"Jadi seorang pedagang sukses nggak lupa pendidikan,
sangat fokus di beasiswa. Jadi pendidikan itu bisa mengubah nasib seseorang. Jadi kalau ada sisa rejeki lari ke beasiswa," terang dia.

Lebih lanjut, ia memberi contoh pendidikan bisa mengubah perubahan sosial, seperti tindakan kriminal yang terjadi akibat kurangnya pendidikan. Oleh karena itu, ia mencoba untuk mendukung pemerintah.

"Kriminalitas karena pendidikan yang kurang sehingga kalau mau menciptakan pendidikan yang lebih baik nggak bisa sendiri lulusan PTN, atau luar negeri, itu nggak bisa," sambung Salman.

Walaupun merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Salman mengaku mau melanjutkan perusahaan yang didirikan sang Ibu pada 1985 ini. Sederhana, karena menurut Salman perusahaan dibangun atas dasar sosial.

Salman pun ingin meneruskan aksi sosial yang ditanamkan ibunya kepada dirinya melalui perusahaan yang melahirkan kosmetik Wardah, Make Over, hingga Emina ini.

"Jadi keluarga saya sosial, ini yang menyebabkan ketika melihat perusahaan keluarga dan orang tua membuat perusahaan nyaman dulu belum sampai Rp 2 miliar, perusahaan kecil, jadi tumbuh bareng," jelas dia.

Selain dapat mendukung perubahan sosial, hal ini ternyata juga berdampak positif bagi dunia industri. Baginya, dengan kualitas pendidikan masyarakat yang baik bisa mendatangkan manfaat ke dunia industri.

"Mengembangkan ekosistem jadi kita juga bilang baik banget nolong. Itu harus, tapi kalau kita fokus ke pendidikan, itu mengembangkan perusahaan kita sendiri, jadi itu yang benar-benar kita rasakan. Jadi semakin maju sistem pendidikan itu corporate akan semakin maju," ungkap Salman.

Paragon Scholarship sendiri terdiri atas tiga jenis program, yakni beasiswa prestasi, beasiswa pemberdayaan, dan beasiswa tugas akhir. Beasiswa prestasi untuk mahasiswa tingkat 3 yang berprestasi di bidang akademik dan non akademik.

Beasiswa Pemberdayaan diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat 2 yang kurang mampu secara ekonomi. Terakhir, beasiswa tugas akhir diberikan kepada mahasiswa tingkat akhir yang membutuhkan dana demi menyelesaikan tugas akhir.

Simak Video "4 Upaya Perbaikan Sistem Pendidikan RI yang Terus Diupayakan Nadiem"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia