Hewan marsupial atau berkantung seperti kanguru, wombat, dan koala banyak sekali ditemukan di Australia. Total ada sekitar 70 persen hewan berkantung di Australia dan banyak di antaranya tidak ditemukan di benua lain.
Untuk menjawab ini, bisa menelusuri fosil tertua kerabat marsupial berusia 120 juta tahun yang diperkirakan hidup pada periode Cretaceous Awal dan berasal dari China. Kerabat marsupial purba ini berkembang pesat di wilayah Laurasia bagian utara, yang sekarang menjadi Amerika Utara, Eropa, dan Asia.
Kemudian, sekitar 66 juta tahun yang lalu, hewan marsupial bermigrasi ke Amerika Selatan. Padahal saat itu Amerika Utara dan Selatan tidak terhubung, meski memiliki jarak yang cukup dekat. Kemungkinan, marsupial bermigrasi untuk memperluas wilayah jelajah mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Datang dari Mana Hewan Marsupial?
Seorang profesor biologi evolusi di Universitas Salford, Robin Back, menjelaskan bahwa marsupial mengalami diversifikasi secara luar biasa dalam waktu dua hingga tiga juta tahun setelah kedatangan mereka di Amerika Selatan. Ada yang berevolusi menjadi karnivora atau memiliki gigi taring atau menjadi pemakan buah dan biji-bijian.
Asal-usul mereka sering dikaitkan dengan daratan Australia dan Amerika Selatan yang masih menyatu pada 40 hingga 35 juta tahun yang lalu. Peneliti menduga hewan marsupial berpindah dari Amerika Selatan, melewati Antartika yang dulunya belum dilapisi es, dan berakhir di Australia, demikian dilansir Live Science.
Bukti-bukti Hewan Marsupial Melakukan Perpindahan
Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya temuan fosil marsupial di Antartika, tepatnya di Pulau Seymour. Di Australia sendiri, fosil marsupial tertua ditemukan di situs yang berusia 55 juta tahun, Tingamarra, yang terletak di dekat Queensland.
Fosil yang ditemukan di Australia memiliki beberapa kemiripan dengan yang ada di Amerika Selatan. Salah satunya adalah Chulpasia, yang merupakan kerabat dekat marsupial yang telah punah di Peru.
Satu marsupial di Tiangamarra lainnya adalah Djarthia yang memakan serangga dan diperkirakan sebagai nenek moyang semua marsupial Australia yang masih hidup.
Fosil marsupial lain yang ditemukan di Australia berusia 25 juta tahun. Ada jarak 30 juta tahun yang menjadi celah besar dalam mencari asal-usul marsupial di Australia ini. Namun, satu hal yang pasti adalah marsupial seperti koala, wombat, dan kanguru telah ada setidaknya sejak 25 juta tahun yang lalu.
"Sekali lagi, masih belum jelas mengapa hewan marsupial berkembang pesat di Australia. Namun, salah satu idenya adalah bahwa ketika keadaan sulit, induk marsupial dapat membuang bayi yang sedang berkembang dalam kantungnya, sementara mamalia plasenta harus menunggu hingga masa kehamilan berakhir, (yang) menghabiskan sumber daya berharga untuk anak-anak mereka," papar Beck kepada Live Science, dikutip Jumat (23/10/2026).
Jadi, meski marsupial tidak berasal dari Australia, tetapi tetap menjadi rumah terbesar bagi keluarga hewan tersebut. Hewan berkantung tersebut telah hadir di Bumi sejak 70 juta tahun yang lalu sebelum sampai ke Australia.
"Hewan marsupial sama sekali, tanpa diragukan lagi, bukan berasal dari Australia. Mereka adalah imigran," tutur Beck.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
