Ada kanguru raksasa seberat 250 kilogram hidup di Australia pada Zaman Es sekitar 45.000 tahun yang lalu. Meskipun badannya berat, kanguru purba ini masih bisa melompat, hup-hup!
Kanguru raksasa bernama latin Procoptodon goliah, termasuk subfamili Sthenurinae. Ia tercatat sebagai salah satu kanguru terbesar yang pernah ada.
Dilansir Popular Science, jika dibandingkan dengan kanguru merah (Osphranter rufus), mamalia berkantong terbesar yang masih hidup hingga saat ini, P. golia jauh lebih mengesankan. Kanguru merah dapat melompat hingga 6 kaki, berjalan dengan kecepatan sekitar 37 mph, dan beratnya sekitar 90 kg (200 pon).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Procoptodon goliah, sebagai kanguru purba, punya ukuran lebih dari dua kali lipatnya, dengan berat mencapai 250 kg (550 pon) dan tinggi hampir 2 m (6,5 kaki).
Kanguru Raksasa Masih Bisa Melompat
Sebelumnya, peneliti memperkirakan bahwa kanguru raksasa kehilangan kemampuan melompat karena ukuran tubuhnya yang terlalu besar. Namun berdasarkan penelitian terbaru, ilmuwan evolusi dari University of Manchester Megan Jones menilai asumsi tersebut keliru.
"Perkiraan sebelumnya hanya didasarkan pada penskalaan kanguru modern, yang mungkin membuat kita melewatkan perbedaan anatomi yang penting," kata Jones dalam pernyataan resmi, dikutip dari laman University of Bristol.
la menjelaskan, kanguru raksasa bukan sekadar versi jumbo dari kanguru masa kini.
"Mereka ini punya keunikan yang bantu menopang badan besarnya," tambahnya.
Struktur Tulang Kanguru
Dalam studi kanguru P. goliah, Jones dan tim membandingkan anatomi kerangka kanguru modern dengan fosil kerabat marsupial purbanya itu.
Peneliti juga menelaah dua faktor utama yang membatasi kemampuan melompat, yakni kekuatan tulang kaki serta kemampuan pergelangan kaki dalam menopang tendon saat lompatan.
Hasilnya, tulang kaki kanguru raksasa diketahui lebih pendek, tebal, dan kuat untuk menahan benturan ketika mendarat. Tulang tumitnya pun lebih lebar, sehingga mampu menopang tendon yang lebih tebal dibandingkan kanguru modern. Meski demikian, kemampuan melompat ini kemungkinan tidak digunakan sesering kanguru masa kini.
Cara Bergerak Kanguru Raksasa
Selain melompat, analisis fosil juga menunjukkan beberapa spesies kanguru raksasa dapat berjalan, baik dengan dua kaki maupun empat kaki. Lompatan bukan sekadar unjuk kemampuan fisik, tetapi juga berguna untuk menavigasi medan sulit atau menghindari predator.
"Tendon yang lebih tebal memang lebih aman, tetapi menyimpan energi elastis lebih sedikit. Akibatnya, kanguru raksasa lebih lambat dan kurang efisien dalam melompat, sehingga lebih cocok untuk gerakan cepat jarak pendek, seperti melintasi medan sulit atau menghindari predator," ujar peneliti Katrina Jones, Royal Society Research Fellow di University of Bristol.
Studi tersebut juga mengungkapkan, kanguru raksasa kemungkinan memiliki beragam strategi pergerakan. Kemampuan melompat hanyalah salah satu cara mereka beradaptasi di lanskap prasejarah Australia.
Dosen Senior Bidang Evolusi, Infeksi, dan Genomik di University of Manchester, Dr Robert Nudds, mengatakan temuan ini memperkuat gagasan bahwa kanguru memiliki keragaman ekologis yang lebih luas di Australia prasejarah dibandingkan saat ini.
"Beberapa spesies besar merupakan pemakan rumput seperti kanguru modern, sementara yang lain adalah pemakan semak, peran ekologis yang kini tidak lagi ditemui pada kanguru besar," ucapnya.
"Hasil studi ini telah dipublikasi dengan judul "'Biomechanical limits of hopping in the hindlimbs of giant extinct kangaroos" dalam jurnal Scientific Reports, 22 Januari 2026."
(crt/twu)











































