Burung Ini Hantam Air Laut dengan Kecepatan 112 Km/Jam, Kenapa Lehernya Tidak Patah?

ADVERTISEMENT

Burung Ini Hantam Air Laut dengan Kecepatan 112 Km/Jam, Kenapa Lehernya Tidak Patah?

Kalila Untsa - detikEdu
Selasa, 20 Okt 2026 07:30 WIB
Saat berburu mangsanya di perairan, burung gannet meluncur dari udara dengan kecepatan 110 kilometer per jam.
Foto: Earth.com/Saat berburu mangsanya di perairan, burung gannet meluncur dari udara dengan kecepatan 110 kilometer per jam.
Jakarta -

Saat berburu mangsanya di perairan, burung gannet meluncur dari udara dengan kecepatan 110 kilometer per jam. Dengan kecepatan yang begitu tinggi, seharusnya leher burung ini bermasalah. Namun, kenapa lehernya tetap aman?

Seorang mahasiswa pascasarjana biologi University of Washington, Megan Vandenberg, menjelaskan bahwa ia bersama dengan timnya ingin mencari tahu alasan di balik leher yang begitu kuat menghadapi permukaan air laut pada kecepatan tinggi tersebut. Mereka menemukan tulang belakang yang tebal dan pendek.

"Kami melihat bahwa burung yang menyelam memiliki tulang belakang yang lebih kuat. Tulang belakangnya lebih tebal, lebih lebar, dan juga lebih pendek, berbentuk seperti persegi," jelasnya, dikutip dari Earth.com, Senin (19/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi ini dimuat dalam The Anatomical Record pada 12 Oktober 2026 dengan judul 'Morphological adaptations of cervical vertebrae in plunge-diving sulids' dan ditulis oleh Megan Vandenberg sebagai penulis utama, Alissa Perez, John Michael Racy, Adam P. Summers, Ed Habtour, serta Bart Boom.

ADVERTISEMENT

Leher Burung Gannet yang Berbentuk Persegi

Tim peneliti memeriksa 15 rangka kering burung dewasa dari koleksi Burke Museum of Natural History and Culture. Studi ini membandingkan ruas leher lima spesies penyelam menukik dengan dua spesies yang tidak menyelam dengan cara itu.

Memeriksa 15 rangka kering burung dewasa koleksi Burke Museum of Natural History and Culture. Studi ini membandingkan ruas leher lima spesies penyelam menukik dengan dua spesies yang tidak menyelam dengan cara itu.

Tiap rangka dirangkai pada benang, dimasukkan ke tabung cetak 3D, lalu dipindai dengan micro-CT di Karel F. Liem Bio Imaging Center untuk membuat model 3D dari banyak irisan sinar-X tipis.

Pada setiap ruas leher di bawah dua ruas teratas, peneliti mengambil 10 pengukuran panjang dan dua pengukuran sudut, lalu menandai 16 titik acuan. Data ini ditambah dengan data terbitan dari 14 burung lain, termasuk burung unta, kiwi, dan penguin raja.

Peneliti menemukan leher burung gannet memiliki 15 ruas tulang belakang yang tersusun dalam lengkungan S yang sedikit. Dalam hal ini, penulis berpendapat bahwa untuk burung yang mendarat menggunakan kepalanya, struktur leher yang memanjang justru lebih rapuh.

"Dari perspektif biomekanik, leher yang memanjang tidak sesuai untuk menahan gaya benturan tinggi, karena peningkatan panjang meningkatkan momen lentur dan inersia, membuat tulang leher rentan terhadap cedera tekuk selama perlambatan mendadak atau penangkapan mangsa dengan kuat," tulis studi tersebut.

Mekanisme Sebelum Terjadi Benturan dengan Air

Studi terdahulu menjelaskan bahwa otot-otot di sekitar leher burung gannet memiliki kemampuan untuk mengunci tulang belakang pada tempatnya tepat sebelum terjadi benturan dengan permukaan air. Inilah yang menjadi keunikan burung tersebut.

Cara kerjanya, otot-otot di pangkal leher burung gannet ini membatasi tekukan di awal leher dan mencegah leher melengkung ke belakang saat burung menghantam air dengan sudut miring. Beban kemudian diteruskan sepanjang kolom leher dan dialihkan dari badan ruas tulang serta sumsum tulang belakang menuju lengkung tulang yang menebal.

Struktur itulah, yang menurut peneliti membuat leher burung gannet aman saat berburu mangsa dengan menghantam permukaan air laut sangat cepat.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(faz/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads