Jalan aspal berlubang masih bisa ditemukan di mana-mana. Sebenarnya apa penyebab aspal jadi rapuh?
Beban kendaraan sering disebut sebagai penyebab aspal cepat rusak. Faktor ini sering kali dirasakan di jalanan yang sering dilewati kendaraan besar seperti truk muatan berat hingga bus.
Apa faktor lainnya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi Tanah dan Badan Jalan Bisa Jadi Penyebab Aspal Mudah Rusak
Pakar infrastruktur jalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Catur Arif Prastyanto ST MEng, mengatakan bahwa kerusakan dini pada aspal dapat disebabkan oleh sejumlah masalah yang mendasar. Salah satunya adalah ketidakstabilan badan jalan atau tanah dasar (subgrade) yang menjadi fondasi bagi struktur perkerasan.
"Kondisi tanah yang tidak stabil dapat memengaruhi kemampuan jalan dalam menahan beban kendaraan," ujarnya, dikutip dari laman ITS, Senin (19/10/2026).
Faktor berikutnya adalah adanya air yang terjebak dalam struktur perkerasan jalan. Meski aspal bersifat hidrofobik atau tidak larut dalam air, perkerasan jalan tersusun dari beberapa lapisan berpori kecil yang memungkinkan air untuk masuk.
Jika sistem drainase tidak berfungsi dengan baik, air bisa masuk melalui retakan halus atau celah konstruksi hingga akhirnya terperangkap dalam struktur perkerasan. Berdasarkan Bina Marga PU, air merupakan salah satu faktor utama yang dapat merusak aspal.
Genangan air pada permukaan aspal dapat melemahkan ikatan antara aspal dan bahan pengikat lainnya sehingga mempercepat timbulnya retakan atau lubang di jalan.
Banyak Kendaraan Kelebihan Muatan yang Lewat
Dr Catur mengatakan faktor kendaraan memang bisa membuat aspal mudah rusak. Terutama kendaraan ODOL (Over Dimension Overload) atau kendaraan yang melebihi batas dimensi dan muatan standarnya.
Hal ini karena setiap jalan telah didesain sedemikian rupa untuk menanggung beban standar, sehingga saat dilewati kendaraan dengan beban berlebih, jalanan berpotensi mengalami kerusakan dini.
Di sisi lain, hal yang sangat penting, penggunaan material aspal yang juga harus sesuai. Jika tidak, sesuai spesifikasi dan pelaksanaan konstruksi yang tidak mengikuti standar, maka dapat berkontribusi terhadap kerusakan dini jalan beraspal.
Cara Menjaga Supaya Aspal Awet
Akses jalan yang baik merupakan salah satu infrastruktur vital. Kerusakannya dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari hingga ekonomi setempat.
Menurut Dr Catur ada tiga faktor penting yang harus ditekankan dalam menjaga aspal supaya tidak mudah rusak. Ketiganya adalah stable road body and subgrade, excellent drainage system, dan penegakan kebijakan terhadap kendaraan ODOL (No ODOL Vehicle).
"Pemenuhan kriteria tersebut meminimalkan risiko kerusakan dini sehingga kualitas dan daya tahan infrastruktur jalan dapat terjaga dalam jangka panjang," paparnya.
Badan jalan dan tanah yang stabil merupakan hal yang paling utama karena struktur tersebut memikul seluruh beban lalu lintas yang diteruskan dari lapisan di atasnya, yaitu aspal. Kemudian, dengan sistem drainase yang baik, air tidak mudah masuk ke celah pori tanah dan menyebabkan penurunan muka tanah.
Dalam hal ini, Kementerian PUPR memiliki manual desain perkerasan jalan yang perlu dipatuhi saat membangun jalan. Manual tersebut memuat pembahasan mengenai sistem drainase yang baik, desain fondasi yang sesuai dengan kebutuhan, dan desain perkerasan jalan itu sendiri.
Faktor lain yang juga masih menjadi tantangan hingga saat ini adalah kendaraan ODOL. Dilansir dari DPR RI, pemerintah telah merumuskan kebijakan Zero ODOL yang telah diterapkan pada dua wilayah percontohan, yaitu Provinsi Riau dan Jawa Barat.
Sayangnya, hingga saat ini, implementasinya masih mengalami kemacetan dari 2023 hingga 2026. Salah satu penyebabnya adalah ketergantungan pelaku usaha terhadap kendaraan sejenis untuk menekan biaya distribusi. Selama lebih dari tiga tahun, kebijakan tersebut terus diulur untuk memberikan waktu adaptasi kepada pelaku usaha.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
