Pakar Ingatkan Etika AI, Kebiasaan Upload KTP Bisa Jadi Petaka

ADVERTISEMENT

Pakar Ingatkan Etika AI, Kebiasaan Upload KTP Bisa Jadi Petaka

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 14 Okt 2026 18:30 WIB
Ilustrasi AI ChatGPT
Ilustrasi AI. (Foto: Getty Images/iStockphoto/vittaya25)
Jakarta -

Perkembangan artificial intelligence (AI) membuatnya menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masyarakat masih sering abai akan etika AI.

Menurut Hafidlotul Fatimah Ahmad, SKom, MKom, selaku dosen Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika IPB University, dua aspek etika yang kerap diabaikan adalah human oversight (pengawasan manusia) dan data privacy (privasi data).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fatihmah menjelaskan AI generatif seperti ChatGPT dan Gemini bekerja dengan memprediksi kata berikutnya berdasarkan data yang telah dipelajari. Oleh karena itu, hasilnya tidak selalu benar.

"Tidak bisa kita menjadikan AI ini satu-satunya sumber kebenaran," jelasnya dalam laman IPB University, Rabu (14/10/2026).

ADVERTISEMENT

Setelah menerima jawaban dari AI, masyarakat sebaiknya melakukan pengecekan ulang. Ia melihat link yang disertakan oleh AI bisa jadi tidak valid atau mengarah pada sumber yang sebenarnya tidak ada.

Jangan Upload Data Sensitif ke AI

Masyarakat juga perlu menjaga kerahasiaan data saat mengunggah data ke AI. Data sensitif, seperti nomor induk kependudukan (NIK), maupun data penelitian yang bersifat rahasia tidak boleh dimasukkan ke layanan AI.

Untuk menjaga kerahasiaan, masyarakat perlu memahami pengaturan privasi setiap layanan AI. Beberapa layanan menyediakan pilihan agar percakapan tidak digunakan sebagai data pelatihan.

AI sebagai Alat Bantu

Dalam pendidikan, AI dapat membantu mencari ide, melakukan brainstorming, dan membuat latihan soal. Namun, menyalin hasil AI tanpa pemeriksaan dan mengumpulkannya sebagai karya sendiri dapat melanggar integritas akademik.

Fatimah menyarankan mahasiswa untuk tetap memegang kendali dalam menggunakan AI, termasuk menjaga privasi data dan meningkatkan keterampilan mengikuti perkembangan teknologi.

"Pesan saya simpel, ingat bahwa tugas yang teman-teman kumpulkan, itu membawa nama teman-teman, bukan nama AI," pesannya.



(nir/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads