Ada Hujan Meteor Malam Ini! Begini Cara Menyaksikannya

ADVERTISEMENT

Ada Hujan Meteor Malam Ini! Begini Cara Menyaksikannya

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 09 Okt 2026 17:30 WIB
Ilustrasi Hujan Meteor
Ilustrasi hujan meteor. Foto: Space.com
Jakarta -

Puncak hujan meteor Draconid aktif sejak semalam, Kamis (8/10/2026). Kendati paling tampak diamati dari negara-negara belahan Bumi utara, puncak hujan meteor ini diperkirakan masih dapat terlihat di Indonesia pada Jumat, 9 Oktober 2026, dengan perkiraan hingga 5 meteor per jam.

Tak sampai di situ, sejak 2 Oktober sampai 7 November mendatang, hujan meteor Orionid juga tengah aktif, bahkan dapat diamati di negara belahan bumi utara maupun selatan, dikutip dari Time and Date. Bedanya, puncak hujan meteor Orionid akan datang Rabu-Kamis, 21-22 Oktober depan, dan diperkirakan akan mencapai hingga 20 meteor per jam!

Meteor berasal dari komet, bola beku dari beragam gas, zat, dan senyawa yang meluncur melalui ruang angkasa. Saat komet mengikuti jalurnya mengelilingi Matahari, ia meninggalkan jejak puing-puing kecil. Serpihan puing angkasa itu terbakar saat memasuki atmosfer bumi akibat bergesekan dengan udara, menyebabkan garis-garis cahaya yang kita sebut meteor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara Menyaksikan Hujan Meteor Malam Ini

Untuk menyaksikan hujan meteor Draconid malam ini, Royal Museum Greenwich dalam lamannya menyarankan cara berikut:

ADVERTISEMENT
  • Lebih baik pantau hujan meteor Draconid pada malam hari setelah matahari terbenam, meskipun mayoritas hujan meteor paling bagus diamati saat dini hari
  • Cari lokasi dengan langit gelap tanpa awan, cakrawala tidak terhalang, dan sedikit polusi cahaya
  • Pastikan tidak ada sumber cahaya langsung yang mengenai mata agar bisa beradaptasi penuh dengan kondisi setempat dan agar meteor yang lebih redup bisa terlihat
  • Amati dengan mata langsung, tidak perlu memakai teropong atau teleskop
  • Lihat ke atas untuk memandangi langit seluas mungkin.

Fakta Hujan Meteor Draconid

1. Hujan meteor Draconid kadang-kadang dikenal dengan nama Giacobinid, yang diambil dari nama Michel Giacobini, yaitu penemu komet 21 P/Giacobini-Zinner yang merupakan asal meteor-meteor Draconid.

2. Nama hujan meteor Draconid diambil dari konstelasi Draco (naga). Berdasarkan penelusuran ahli pada jalur yang dilalui, meteor-meteor di hujan meteor Draconid tampaknya berasal dari sebuah titik di konstelasi Draco.

3. Hujan meteor Draconid paling terlihat di malam hari karena titik pancaran hujan meteor di konstelasi Draco berada di titik tertinggi di langit saat senja.

Fakta-fakta Hujan Meteor Orionid

Jika berhalangan malam ini, jangan berkecil hati. Hujan meteor Orionid yang sedang berlangsung sampai 7 November tak kalah istimewanya. Berikut sebabnya.

1. Meteor-meteor Orionid sebenarnya adalah pecahan dari Komet 1P/Halley atau Komet Halley, yaitu komet terkenal yang melintas dekat Bumi setiap 75-76 tahun sekali.

2. Hujan meteor Orionid merupakan salah satu yang paling terkenal muncul setiap tahun dan dapat dilihat dari seluruh dunia.

3. Hujan meteor Orionid bahkan dapat diamati sejak beberapa hari sebelum 2 Oktober sampai beberapa setelah 7 November. Namun, pada puncaknya, intensitasnya memang lebih tinggi antara tengah malam dan jelang terbit matahari, yakni sampai 20 meteor per jam.



(twu/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads