Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI akan kembali mengirimkan bahan bacaan ke berbagai daerah pada 2027. Hal in ditegaskan oleh Kepala Perpusnas, E Aminudin Aziz.
"Kita baru bisa menggarap 20.000, berarti masih ada tunggakan 63.000 desa, kelurahan, dan sekian ribu TBM. Oleh karena itu, tahun depan kita akan berikan lagi 10.000 lokus," kata Aminudin dalam acara Seminar Sinergi Bersama: Menguatkan Peran Perpustakaan dan Penerbit sebagai Motor Literasi Nasional, Rabu (30/9/2026), dikutip dari Perpusnas.
Perpusnas juga akan mempersiapkan pelatihan untuk pengelola perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Ini supaya koleksi bisa dikelola dan dimanfaatkan secara optimal melalui program Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) dan KKN Tematik Literasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengiriman Buku ke Daerah Sempat Terhenti
Beberapa waktu lalu, Kepala Perpusnas memang mengakui pemangkasan anggaran menyebabkan beberapa program literasi nasional jadi terdampak. Salah satu dari program tersebut adalah penghentian sementara bantuan pengiriman buku ke desa, TBM, lembaga pemasyarakatan, hingga puskesmas.
"Betul, dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi menjadi terganggu," ungkapnya dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Kepala Perpusnas di Gedung DPR RI, Kamis (16/7/2026), dilansir dalam YouTube TVR Parlemen.
Namun, untuk tahun anggaran 2027, Komisi X DPR telah menerima usulan tambahan anggaran Perpusnas sebesar Rp 307,774 miliar. Persetujuan akan hal ini ditetapkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pembahasan RKA-K/L Perpusnas 2027.
Perpusnas juga kini memiliki pagu anggaran 2027 sebesar Rp 417,725 miliar. Sebelumnya, pagu indikatif Perpusnas untuk 2027 sebesar Rp367,725 miliar.
Tambahan anggaran akan diarahkan untuk penguatan lima program prioritas Perpusnas, salah satunya bantuan bacaan bermutu yang akan disalurkan kembali pada 2027. Berikut ini alokasi prioritas selengkapnya:
- Bantuan bacaan bermutu pada 10.000 lokus bantuan dan 10.000 lokus pembinaan pengelola sebesar Rp 40,309 miliar
- Program RELIMA Rp 3,475 miliar untuk RELIMA dengan target meningkat dari 360 menjadi 500 orang
- KKN Tematik Literasi Rp2,3 miliar dengan target meningkat dari 1.000 menjadi 1.500 kelompok masyarakat
- Tiga paket jurnal elektronik Rp 3,5 miliar
- Akreditasi perpustakaan sekolah/madrasah Rp 415,7 juta.
