Sejarah G30S PKI Lengkap: Latar Belakang, Kronologi, dan Dampaknya

ADVERTISEMENT

Sejarah G30S PKI Lengkap: Latar Belakang, Kronologi, dan Dampaknya

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 29 Sep 2026 06:31 WIB
7 Pahlawan Revolusi Korban G30S/PKI, Ini Profil Lengkapnya
Pahlawan Korban G30SPKI. (Foto: Zaki Alfarabi/detikcom)
Jakarta -

G30S PKI atau Gerakan 30 September adalah peristiwa yang tak lepas dari sejarah bangsa Indonesia. Gerakan 30 September melibatkan sejumlah perwira militer dan tokoh/unsur PKI. Sejauh mana pimpinan PKI mengendalikan gerakan masih menjadi perdebatan historiografis hingga kini.

PKI sendiri adalah salah satu partai tertua dan terbesar di Indonesia. AnggotaPKI terdiri atas kalangan intelektual, buruh, hingga petani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut buku Sejarah untuk Kelas XII oleh Nana Supriatna, PKI awalnya merupakan partai kecil berhaluan kiri bernama Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV). ISDV didirikan oleh tokoh Sosialis Belanda, Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet atau dikenal dengan Henk Sneevliet.

ISDV kemudian menyusup ke partai-partai lokal baik besar maupun kecil, seperti Sarekat Islam (SI). Kemudian pada tahun 1920-an, ISDV kemudian mengilhami lahirnya PKI dengan Semaoen sebagai ketua dan Darsono menjadi wakilnya.

ADVERTISEMENT

Latar Belakang G30SPKI

Latar belakang G30SPKI adalah gerakan yang dipimpin sejumlah perwira militer dan melibatkan unsur PKI. Gerakan tersebut menculik sejumlah pimpinan Angkatan Darat dan mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi.

Sejumlah penelitian kemudian menemukan keterlibatan pimpinan PKI, termasuk D.N. Aidit, tetapi perdebatan mengenai struktur komando, tujuan akhir, dan tingkat keterlibatan masing-masing aktor masih berlangsung."

Sebagaimana diketahui, PKI disebut punya lebih dari 3 juta anggota. Hal ini membuat mereka menjadi partai komunis terbesar di luar negara-negara komunis seperti Soviet dan China.

Kronologi G30SPKI

Awalnya, penyebarluasan ideologi komunis yang dilakukan oleh PKI menimbulkan kecurigaan dari kelompok anti-komunis. Tindakan tersebut juga memperkuat persaingan antara elit politik nasional.

Kecurigaan itu memunculkan desas-desus di masyarakat, terlebih menyangkut kesehatan Presiden Soekarno dan Dewan Jenderal Angkatan Darat. Di tengah kecurigaan tersebut, Letnan Kolonel Untung Syamsuri, Komandan Batalyon I Kawal Resimen Cakrabirawa, yakni pasukan khusus pengawal Presiden, memimpin sekelompok pasukan dalam melakukan aksi bersenjata di Jakarta.

Pasukan tersebut bergerak meninggalkan daerah Lubang Buaya pada pergantian hari Kamis, 30 September 1965 menuju hari Jumat, 1 Oktober 1965. Kudeta yang sebelumnya dinamakan Operasi Takari diubah menjadi gerakan 30 September. Mereka menculik dan membunuh enam para perwira tinggi Angkatan Darat.

Enam Jenderal yang gugur dalam peristiwa G30S PKI antara lain Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan dan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo.

Di samping itu, gugur pula ajudan Menhankam/Kasab Jenderal Nasution, Letnan Satu Pierre Andreas Tendean dan pengawal Wakil Perdana Menteri II Dr. J. Leimena, Brigadir Polisi Satsuit Tubun.

Jenderal yang berhasil selamat dari G30S PKI adalah AH Nasution. Namun, putrinya yang bernama Ade Irma Suryani Nasution tewas tertembak.

Dampak G30SPKI

Peristiwa G30SPKI meninggalkan dampak besar di Indonesia, termasuk:

1. Lahir peta kekuatan politik baru yaitu tentara AD

2. Hancurnya PKI sebagai kekuatan politik di Indonesia

3. Kekuasaan dan pamor politik Presiden Soekarno meredup

4. Penangkapan dan pembunuhan atas orang-orang PKI atau dianggap PKI yang tidak seluruhnya melalui proses pengadilan dengan jumlah yang cukup banyak.

Penumpasan PKI dilakukan tanggal 2-5 Oktober 1965 di Jakarta, sedangkan penumpasan di Jawa Tengah butuh waktu lama karena di sana adalah basis PKI yang cukup kuat. Dengan berbagai operasi militer, DN Aidit pada akhirnya ditembak mati di Boyolali. Sementara, Letkol Untung Syamsuri ditangkap di Tegal.



(nir/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads