Banyak Program Pendidikan, Pakar UMY Ingatkan Soal Change Fatigue

ADVERTISEMENT

Banyak Program Pendidikan, Pakar UMY Ingatkan Soal Change Fatigue

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 22 Sep 2026 07:00 WIB
Ratusan siswa SD mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional di SDN 13 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (2/5/2023). Begini momennya.
Potret iswa SD. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 Indonesia resmi dirilis. Secara singkat, ada dua bidang yang mengalami kenaikan dan satu penurunan.

Skor membaca Indonesia naik enam poin, dari 359 pada 2022 menjadi 365 pada 2025. Skor sains juga meningkat enam poin, dari 383 menjadi 389. Sementara itu, skor matematika turun dua poin, dari 366 menjadi 364.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pengamat pendidikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Endro Dwi Hatmanto, hasil PISA 2025 bisa menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan pendidikan, terutama dampaknya terhadap proses pembelajaran di sekolah.

"Sebagai gambaran umum, kita perlu melihat hasil ini dengan optimisme yang hati-hati. Ada indikasi perbaikan pada beberapa aspek, tetapi belum cukup kuat dan belum merata. Jadi, saya belum akan menyebutnya sebagai lompatan kualitas pendidikan," ujar Endro dalam laman UMY, dikutip Minggu (21/9/2026).

ADVERTISEMENT

Selain itu, Endro mengingatkan banyaknya program pendidikan yang berjalan secara bersamaan dapat menimbulkan beban program berlebihan. Selain itu, perubahan kebijakan secara terus-menerus juga berpotensi memicu change fatigue atau kelelahan menghadapi perubahan.

Guru-Sekolah Sulit Paham

Kondisi ini membuat sekolah dan guru kesulitan memahami dan menerapkan setiap program secara optimal. Oleh karena itu, Endro mengingatkan pemerintah untuk memberikan waktu agar program strategis yang telah berjalan dapat berakar dalam praktik pembelajaran.

"Lebih baik beberapa program strategis dijalankan secara konsisten dan mendalam daripada terlalu banyak program, tetapi implementasinya dangkal," tegasnya.

Fokus ke Perubahan Nyata di Kelas

Perbaikan kualitas pendidikan harus menghasilkan perubahan nyata di ruang kelas. Penguatan sekolah, pendampingan guru, dan pemanfaatan data hasil asesmen merupakan bagian penting agar perbaikan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, lanjutnya, hasil PISA tidak sekadar peringkat atau target angka. PISA menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana kebijakan pendidikan mengubah pembelajaran dan meningkatkan kemampuan siswa.



(nir/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads