Daftar warisan dunia UNESCO terdiri dari situs alam, budaya, dan campuran. Situs-situs tersebut tersebar di berbagai negara di dunia. Namun, negara mana yang punya situs warisan dunia terbanyak?
Dalam pembagiannya, warisan budaya dapat mencakup monumen, situs arkeologi, dan bentang alam yang dibentuk oleh manusia. Kemudian warisan alam mencakup formasi geologi yang luar biasa, ekosistem, habitat, dan area dengan keindahan alam yang menakjubkan.
Sementara warisan campuran adalah yang memenuhi syarat untuk warisan budaya dan alam, seperti Machu Picchu. Berikut daftar top 6 negara dengan warisan dunia UNESCO terbanyak di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar 6 Negara dengan Situs Warisan UNESCO Terbanyak di Dunia
1. Italia: 62
2. China: 61
3. Prancis: 56
4. Jerman: 55
5. Spanyol: 50
6. India: 45
India dan China Jadi Perwakilan Asia
India dan China menjadi wakil negara Asia yang memiliki warisan dunia terbanyak di dunia. Peninggalan situs yang begitu banyak di kedua negara tersebut berasal dari dua peradaban sangat tua yakni Lembah Sungai Indus (India Kuno) dan Lembah Sungai Kuning (China Kuno).
Situs warisan dunia paling terkenal di India adalah Taj Mahal. Sementara peninggalan dari abad ke-5 Masehi ada Elephanta Caves.
Saat detikEdu berkesempatan mengunjungi Elephanta Caves, Kamis (17/9/2026), diketahui bahwa tempat tersebut bukan situs dengan simbol atau berkaitan dengan gajah. Elephanta dalam penamaan tersebut merujuk pada nama sebuah pulau wilayah tersebut, demikian kata perwakilan dari Kementerian Pariwisata di Mumbai.
Pulau Elephanta atau Pulau Gharapuri memiliki peninggalan sejarah pahatan batu sekitar pertengahan abad ke-5 hingga ke-6 Masehi.
"Tata letak gua, termasuk komponen pilar, penempatan dan pembagian gua menjadi beberapa bagian, serta penyediaan tempat suci atau Garbhagriha dengan denah sarvatobhadra, merupakan perkembangan penting dalam arsitektur pahatan batu," catat UNESCO.
Kini, Elephanta Caves menjadi salah satu pilar edukasi peninggalan arkeologis di India. Selain gua-gua, Pulau Elephanta memiliki jejak peninggalan dari abad ke-2 SM dan dari periode Portugis, yang dibuktikan masing-masing oleh stupa yang terkubur di sisi timur bukit dan sebuah meriam yang terletak di puncaknya.
Gua-gua tersebut dilestarikan dalam bentuk kuil monolitik, sarvatobhadra garbhgriha (tempat suci), mandapa (halaman), arsitektur pahatan batu, dan patung-patung.
