Jakarta - Taj Mahal tak hanya situs sejarah Warisan Dunia UNESCO, tetapi ruang edukasi mengenai kisah Raja Mughal hingga arsitektur megah.
Melihat Taj Mahal: Ukiran Aksara Arab, Gerbang Merah, dan Kisah Raja Mughal
Taj Mahal tak hanya situs sejarah Warisan Dunia UNESCO, tetapi ruang edukasi mengenai kisah Raja Mughal hingga arsitektur megah. Foto: Fahri Zulfikar/detikcom
Taj Mahal terletak di Distrik Agra, Uttar Pradesh, India. Bangunannya berada di sebuah taman Mughal seluas hampir 17 hektare, terletak di tepi kanan Sungai Yamuna. Taj Mahal dibangun oleh Raja Mughal Shah Jahan untuk mengenang istrinya Mumtaz Mahal. Kompleksnya terdiri dari makam, masjid, guest house, gerbang utama, serta halaman bertaman dan serambi luar. Arsitek utamanya adalah Ahmad Lahori. Foto: Fahri Zulfikar/detikcom
Menurut UNESCO, arsitektur Taj Mahal diakui karena memiliki kombinasi ritmis antara bentuk padat dan ruang kosong, cekung dan cembung, serta bayangan cahaya. Kombinasi warna lanskap hijau subuh, setapak dan gerbang kemerahan, bangunan marmer putih, dan langit biru menampilkan nuansa yang indah. Foto: Fahri Zulfikar/detikcom
Dari dekat, beberapa pintu dan sisi bangunan dihiasi ukiran aksara Arab. Pada masa pembangunannya, tukang batu, pemahat, pengukir, pelukis, hingga kaligrafer didatangkan dari berbagai wilayah kekaisaran, bahkan ada juga dari Asia Tengah dan Iran. Marmer yang digunakan berasal dari tambang di Makrana yang lokasinya 386 km dari Agra. Foto: Fahri Zulfikar/detikcom
Bangunan masjid berada di sebelah makam dengan ciri warna cokelat kemerahan dengan kubah putih yang mencolok. Foto: Fahri Zulfikar/detikcom
Gerbang merah besar di sisi selatan menjadi pintu masuk utama, yang juga memiliki hamparan hijau yang sejuk. Foto: Fahri Zulfikar/detikcom
Tidak hanya warisan budaya dan arsitektur indah, Taj Mahal merupakan pembelajaran dari sebuah kisah cinta seorang raja untuk istrinya. Foto: Fahri Zulfikar/detikcom
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
