Sebuah video yang memperlihatkan tukik atau anak penyu dilepaskan langsung dari ember menuju laut menjadi perhatian publik. Dalam video tersebut, tukik tidak diletakkan terlebih dahulu di atas pasir pantai untuk kemudian merangkak menuju air, melainkan diarahkan langsung ke area yang terkena hempasan ombak.
Cara tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai apakah pelepasan langsung ke laut dapat mengganggu perilaku alami dan kesejahteraan tukik.
Secara alami, perjalanan tukik menuju laut memang bukan sekadar perpindahan dari pasir ke air. Setelah menetas, mereka keluar dari sarang dan bergerak menuju laut secara berkelompok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari laman National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), pergerakan secara berkelompok tersebut membantu meningkatkan peluang bertahan hidup. Karena itu, perjalanan dari sarang menuju laut merupakan bagian penting dari fase awal kehidupan tukik.
Dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan IPB University Dr Mohammad Mukhlis Kamal, menjelaskan mengenai tahapan melepas tukik yang lebih baik dan tanpa membuat tukik merasa 'stres'.
"Dengan cara melepaskannya saat ombak menghempas pantai, menurut opini saya tidak apa-apa. Gerakan dinamis air akibat hantaman ombak bukan masalah, karena tubuh tukik dengan kaki depan sebagai 'dayung' akan mengatasinya," katanya dikutip dari laman IPB University, Selasa (15/9/2026).
Meski demikian, ia mengakui pelepasan langsung dari ember menuju laut dapat menimbulkan stres pada tukik karena prosesnya tidak dilakukan secara perlahan.
Umumnya, tukik dilepaskan dengan cara diletakkan di pantai. Apabila tukik ditempatkan dengan posisi berlawanan dengan arah hempasan air laut ke pantai, mereka akan berbalik arah dan bergerak menuju laut.
Dikutip dari NOAA, tukik memiliki kemampuan orientasi untuk menemukan arah laut. Pada pantai yang relatif alami, mereka menggunakan perbedaan tingkat kecerahan cakrawala untuk bergerak menuju laut.
Berdasarkan pengalaman pribadinya saat melakukan pelepasan penyu di Pantai Pangumbahan, Jawa Barat, Dr Mukhlis mengatakan untuk menghindari kontak langsung antara tukik dengan tangan manusia saat akan melepasnya.
"Yang justru paling perlu diperhatikan adalah hindari kontak langsung tukik dengan tangan manusia saat akan melepaskannya. Mungkin khawatir ada kontak bakteri atau virus dari tangan manusia ke tukik," tuturnya.
Selain itu, Dr Mukhlis mengatakan, waktu ideal untuk melepas tukik adalah sekitar satu minggu setelah menetas. Apabila melebihi waktu tersebut, khawatir kemampuan naluri tukik untuk pulang akan berkurang.
