Mengapa Ada Orang yang Secara Alamiah Menarik Perhatian Kucing?

ADVERTISEMENT

Mengapa Ada Orang yang Secara Alamiah Menarik Perhatian Kucing?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 15 Sep 2026 07:01 WIB
Manfaat pelihara kucing
Foto: Getty Images/Panupong Piewkleng
Jakarta -

Saat ini, penelitian tentang kucing tengah populer di kalangan para ilmuwan. Salah satu hal yang dibahas di dalamnya adalah orang-orang yang menjadi magnet bagi kucing.

Orang-orang semacam itu secara alamiah menarik perhatian kucing. Bagi penggemar anabul, hal ini tidak jarang menimbulkan pertanyaan, apakah itu karena kucingnya atau manusianya atau keduanya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tips Jika Ingin Disukai Kucing

Kucing lebih menyukai orang yang berperilaku dengan cara tertentu. Dalam suatu studi berjudul "Investigation of humans individual differences as predictors of their animal interaction styles, focused on the domestic cat" dalam jurnal Nature, para peneliti memantau apa yang terjadi ketika 119 orang diizinkan untuk berinteraksi dengan kucing di tempat penampungan hewan.

Para ilmuwan merekam dan menonton banyak video kucing. Mereka menemukan, orang yang lebih neurotik cenderung berinteraksi dengan cara yang lebih mengontrol dan kurang responsif terhadap isyarat kucing.

ADVERTISEMENT

Hal itu tidak disukai kucing. Mereka yang menjadi magnet kucing, cenderung kurang neurotik dan lebih mungkin berinteraksi dengan kucing dengan cara yang lebih menghargai hewan tersebut.

Namun, tidak semua kucing diciptakan sama. Mereka juga memiliki perbedaan kepribadian. Faktor ini juga memengaruhi kecenderungan mereka terhadap manusia.

Dalam studi percontohan pada 2022 bertajuk "Sociality of Cats toward Humans Can Be Influenced by Hormonal and Socio-Environmental Factors: Pilot Study" dalam jurnal Animals, orang-orang diundang untuk duduk di kafe kucing atau pusat penyelamatan dan menghabiskan waktu bersama kucing selama dua jam yang menyenangkan. Para peneliti memantau perilaku kucing dan menganalisis sampel urin mereka.

Mereka menemukan kucing jantan dengan kadar testosteron lebih rendah dan kucing jantan yang telah hidup bersama manusia sejak usia muda lebih ramah. Ini menunjukkan, setidaknya pada kucing jantan, hormon dan pengalaman hidup di usia dini memainkan peran besar dalam apakah mereka akan mendekati seseorang atau tidak.

Selain itu, selama ini kucing dikenal sebagai hewan penyendiri, padahal ada banyak dari mereka yang memang memilih berada di dekat manusia. Dalam sebuah studi terhadap 50 kucing yang tinggal di rumah dan penampungan, mayoritas dari mereka memilih ditemani manusia daripada makanan dan mainan.

Studi tersebut berjudul "Social interaction, food, scent or toys? A formal assessment of domestic pet and shelter cat (Felis silvestris catus) preferences" dan diterbitkan dalam jurnal Behavioural Processes.

Kucing juga memiliki sistem penciuman yang canggih dan dapat membedakan antara aroma pemiliknya dan orang asing. Saat diberi sampel aroma yang diambil dari pemiliknya dan dari manusia asing, kucing menghabiskan waktu lebih lama untuk mengendus aroma orang asing. Hal tersebut menunjukkan mereka dapat mengidentifikasi manusia yang dikenal berdasarkan isyarat sensorik.

Hewan tersebut juga dapat mendeteksi aroma yang terkait dengan emosi manusia. Dikutip dari BBC Science Focus, dalam sebuah penelitian lain, para peneliti memberikan sampel keringat dari manusia kepada kucing ketika orang-orang tersebut merasa senang, takut, stres, atau netral.

Kucing-kucing itu tidak menyukai aroma yang berasal dari emosi-emosi tidak nyaman. Mereka cenderung meratakan telinga, mengibaskan ekor, menjadi tegang, dan menjauh.

Jadi, menjadi magnet bagi kucing adalah keterampilan yang dapat dipelajari, apabila seseorang berinteraksi dengan kucing yang tepat dan memperlakukannya dengan baik.



(nah/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads