Cat Menara Eiffel Rentan Mengelupas, Ini Penyebabnya Menurut Peneliti

ADVERTISEMENT

Cat Menara Eiffel Rentan Mengelupas, Ini Penyebabnya Menurut Peneliti

Nikita Rosa - detikEdu
Minggu, 13 Sep 2026 12:00 WIB
Bunga-bunga bermekaran di dekat Menara Eiffel di Paris, Prancis. Ini potretnya.
Potret Menara Eiffel. (Foto: AP Photo/Thibault Camus)
Jakarta -

Menara Eiffel merupakan bangunan ikonik di Paris, Prancis. Berdiri setinggi 330 meter, para penjaga Menara Eiffel rutin melakukan pengecatan setiap 7 tahun sekali.

Menurut laman resminya, lapisan cat ini melindungi kerangka menara secara efektif. Namun harus rutin diganti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika sering dicat ulang, Menara Eiffel akan bertahan selamanya," tulis laman resmi Menara Eiffel dikutip Jumat (11/9/2026).

Peneliti juga membenarkan hal tersebut. Pengecatan ulang pada Menara Eiffel berguna untuk memperkuat lapisan pelindung.

ADVERTISEMENT

Namun, Menara Eiffel tidak kebal dari kerusakan lain seperti tekanan mekanis, di mana kontak berulang dengan tetesan air menciptakan gesekan yang perlahan mengikis lapisan atau menyebabkan bagian-bagian lapisan tersebut terkelupas. Kedua adalah kerusakan kimiawi, terutama jika air mengandung zat-zat seperti asam atau garam.

Listrik yang Terbawa Air

Peneliti juga menemukan masalah lain yang kerap luput dari perhatian yaitu muatan listrik yang dibawa oleh tetesan air. Penelitian ini dipimpin oleh Hans-Jürgen Butt, direktur di Max Planck Institute for Polymer Research, bekerja sama dengan para peneliti dari University of Bonn, South China University of Technology, MIT, dan Johannes Gutenberg University Mainz.

"Beberapa tahun lalu, kami meneliti fisika di balik bagaimana tetesan air memperoleh muatan saat meluncur di atas permukaan. Ini adalah sejenis 'listrik gesekan' pada tetesan air dan secara fisik jauh lebih kompleks daripada dugaan sebelumnya," ujar Rüdiger Berger, ketua kelompok di departemen "Physics at Interfaces" dalam Science Daily dikutip Jumat (11/9/2026).

"Ketika tetesan bermuatan tersebut menghantam lapisan pelindung, muatannya dilepaskan secara lokal dan dapat melubangi lapisan di titik-titik tertentu, mirip sambaran petir kecil, yang berdampak pada ketahanan lapisan tersebut,"imbuhnya.

Artinya, sebuah tetesan air dapat memperoleh muatan listrik saat bergerak melintasi permukaan. Ketika tetesan itu menghantam lapisan pelindung, muatan tersebut dapat dilepaskan secara tiba-tiba di titik benturan, yang berpotensi merusak material.

Dengan riset ini, para peneliti berharap dapat membantu ilmuwan mengembangkan lapisan pelindung yang lebih efektif dan tahan lama. Material semacam ini dapat meningkatkan perlindungan bagi situs warisan budaya, mobil, struktur bangunan besar, bahkan pagar taman biasa.



(nir/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads