Kemunculan hewan tertentu terkadang dikaitkan dengan fenomena hingga bencana yang terjadi di sekitar habitatnya. Salah satunya adalah oarfish, yang dijuluki dengan nama ikan kiamat karena sering muncul sebelum terjadi bencana. Padahal, ikan ini hidup di kedalaman laut antara 700 hingga 3.280 kaki.
Lantas, apakah oarfish benar-benar muncul karena akan terjadi bencana?
Apa Itu Oarfish?
Oarfish memiliki bentuk tubuh yang cukup unik dari ikan pada umumnya. Tubuhnya panjang, pipih, dan meruncing berwarna perak dilengkapi dengan sirip punggung yang membentang di sepanjang tubuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sirip di punggung oarfish ada yang berwarna merah dan dilengkapi dengan duri di bagian luarnya. Nantinya, sirip ini akan menjuntai di sepanjang tubuh oarfish untuk mengelabui musuh.
Ukurannya pun beragam mulai dari 11 hingga 17 meter untuk oarfish dewasa, dengan berat yang fantastis yaitu berkisar antara 270 hingga 600 kilogram.
Biasanya, oarfish akan menghabiskan waktunya dengan mengapung dalam posisi vertikal. Hal ini dilakukan untuk berkamuflase dari saat mencari mangsa atau menghindari predator.
Cerita Rakyat di Jepang
Ikan oarfish disebutkan dalam sebuah cerita rakyat yang terkenal di Jepang, dikenal dengan nama 'Ryugu no Tsukai' yang artinya utusan dari istana dewa laut.
Orang Jepang meyakini ikan ini dapat memprediksi aktivitas seismik seperti gempa bumi atau tsunami. Konon, salah satu bukti cerita rakyat ini adalah penampakan oarfish sebelum gempa bumi besar di Tohoku pada 2011 silam.
Penjelasan Ilmiah
Zachary Heiple, mahasiswa doktoral di Scripps Institution of Oceanography mengonfirmasi banyaknya anggapan bahwa kemunculan oarfish merupakan pertanda buruk.
Heiple merujuk pada sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam jurnal Bulletin of the Seismological Society of America. Studi tersebut menjelaskan dugaan adanya hubungan antara penampakan ikan oarfish dan gempa bumi hanyalah takhayul.
"Sepertinya tidak ada korelasi. Namun, ini adalah informasi menarik karena menunjukkan bagaimana oarfish dan sejarah manusia berinteraksi sepanjang waktu," kata Heiple dalam Live Science.
Adapun, peneliti lain berteori bahwa oarfish muncul ke permukaan karena adanya aktivitas seismik di lepas pantai atau perubahan suhu, toksisitas, atau penyakit yang membuat ikan ini kehilangan orientasi, artinya kondisi tubuhnya memburuk.
"Hubungannya mungkin lebih pada kesehatan mereka dan bukan pada gempa bumi yang akan terjadi," kata Hiroyuki Motomura, seorang profesor iktiologi di Kagoshima University dikutip dari Times of India.
Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di detikcom.
Lihat juga Video 'Kemunculan 'Ikan Kiamat' Oarfish Diduga Karena Gempa NTT':
(nah/nah)
