Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada dua klaster sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, yaitu sampai ketinggian 15.000 kaki dan 50.000 kaki. Sebarannya dominan ke arah barat hingga barat daya.
Menurut BMKG, sebaran dari permukaan sampai ketinggian 15.000 kaki teramati sampai arah tenggara-barat laut dan mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten, juga peraiaran di sekitarnya.
Di sisi lain, sebaran abu sampai ketinggian 50.000 kaki teramati ke arah barat daya-barat, yang mencakup Samudra Hindia di sebelah barat-barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten menjauhi wilayah Indonesia.
Lokasi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda. Akan tetapi, sebaran abu vulkaniknya bisa menjangkau hingga provinsi yang letaknya ratusan kilometer dari sana. Mengapa bisa demikian?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa Abu Vulkanik Bisa Tersebar hingga Ratusan Kilometer?
Kepala Badan Geologi, Lana Satria menjelaskan arah sebaran abu sangat dipengaruhi arah kecepatan angin pada berbagai ketinggian. Arahnya juga bisa berubah dalam waktu relatif singkat.
"Jadi arah sebaran abu ini sangat dipengaruhi oleh arah kecepatan angin pada berbagai ketinggian. Jadi tinggi kolom erupsi, durasi erupsi dan jumlah material yang dikeluarkan sangat mempengaruhi arah sebaran abu tersebut. Oleh sebab itu, arah sebaran abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat dan harus diperbarui berdasarkan kondisi meteorologi terkini badan geologi," kata Lana.
Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers "Fenomena Erupsi Menerus Gunung Api Anak Krakatau" pada Minggu (6/9/2026), dikutip dari YouTube Badan Geologi Kementerian ESDM.
Lana mengatakan potensi dampak yang lebih luas akan meningkat jika kolom erupsi jadi lebih tinggi, erupsi berlangsung lebih lama, atau angin membawa abu ke jalur penerbangan dan wilayah berpenduduk.
"Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya mengikuti informasi resmi karena sebaran abu tidak dapat diproyeksikan berdasarkan satu kejadian erupsi," tegasnya.
