Kisah Guru Australia Bertarung dengan Hiu, Diserang Saat Renang di Pantai

ADVERTISEMENT

Kisah Guru Australia Bertarung dengan Hiu, Diserang Saat Renang di Pantai

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 02 Sep 2026 10:00 WIB
Serangan hiu putih besar saat surfing
Potret Hiu Putih. (Foto: BBC)
Jakarta -

Warga negara Australia diserang hiu saat sedang berenang di pantai di Sydney. Untungnya, ia berhasil memenangkan 'pertarungan' tersebut dengan melayangkan pukulan pada hiu.

Leah Stewart (34 tahun), adalah seorang guru dan ibu dari anak berusia satu tahun. Pada 13 Juni lalu, ia sedang berenang di PantaiCoogee, Sydney, saat seekor hiu putih sepanjang 4 meter berenang ke arahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya Stewart berpikir penjaga pantai akan menyelamatkannya. Namun setelah menunggu satu menit, hiu itu semakin mendekati Stewart.

"Namun satu menit berlalu dan hiu itu masih ada di sana, dan belum ada seorang pun yang datang menyelamatkan saya," ceritanya dikutip dari The Guardian, Selasa (1/9/2026).

ADVERTISEMENT

Stewart mengatakan hiu itu mendekat hingga sekitar 30 cm dari wajahnya. Ia bahkan bisa melihat bagaimana hiu itu membuka mulutnya secara perlahan.

"Hiu itu mulai membuka mulutnya dan saya berpikir, 'Dia akan menerkam wajah saya. Saya harus mencoba memukulnya. Saya harus mencoba mendorongnya menjauh, kalau tidak dia akan menggigit putus kepala saya'," ujar Stewart.

Karena Stewart adalah orang yang dominan menggunakan tangan kanan, perempuan itu memutuskan untuk melayangkan pukulan dengan tangan kiri. Pengorbanan itu datang setelah ia bertanya pada diri sendiri, "Anggota tubuh mana yang rela saya korbankan?"

"Dalam benak saya, saya berpikir, 'dasar makhluk jelek, kau tidak boleh memisahkan aku dari putriku', lalu saya memutar tubuh dan mulai memukulnya berulang kali," ujarnya.

"Ukurannya sangat besar. Rasanya seperti memukul dinding bata," imbuhnya.

Hiu tersebut sempat melukai parah lengan kiri dan pahanya sebelum bantuan tiba. Saat terbaring di pantai dengan kesadaran yang timbul-tenggelam, Stewart mengingat-ingat anaknya yang baru berusia satu tahun.

"Aku berpikir, 'Dia tidak akan punya ibu. Dia akan tumbuh besar tanpa seorang ibu.' Aku tidak sanggup membayangkannya. Aku tidak ingin dia hidup tanpa ibu," ujarnya.

Stewart sempat berada dalam kondisi kritis selama lebih dari dua minggu. Karena lengannya yang terluka parah, ia terpaksa harus melewati amputasi lengan. Stewart mengaku masih belum menerima kondisi itu sepenuhnya.

"Aku sering merasa sangat frustrasi. Tahu tidak, August suka mengangkat tangannya dan ingin aku menggendongnya. Aku sangat ingin melakukannya, aku benar-benar ingin menggendongnya, tapi aku tidak bisa," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa ia berhasil melaluinya dengan membawa pengetahuan dan kekuatan yang sebelumnya tidak ia miliki. Stewart ingin menegaskan jika ia bukanlah sekadar perempuan yang diserang hiu di pantai.

"Aku bukan sekadar gadis yang diserang habis-habisan di pantai. Aku adalah perempuan yang memukul wajah hiu itu," tegasnya.



(nir/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads