Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Kamis (27/8/2026) sore yang mengubah nama Danau Ontario menjadi "Lake America".
Trump menyampaikan perubahan nama tersebut saat berada di Oval Office seperti dikutip dari CNN. Di belakangnya terpampang sejumlah peta Great Lakes atau Danau-Danau Besar, salah satunya bertuliskan "Making the Great Lakes Even Greater" dengan label "Lake America" menggantikan nama Lake Ontario.
Trump menyebut perubahan nama itu langsung berlaku setelah perintah eksekutif ditandatangani. "Lake of America adalah sesuatu yang sudah lama saya pikirkan," kata Trump kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya Danau Ontario, Trump kemudian melontarkan kemungkinan mengganti nama dua samudra yang mengapit wilayah AS, yakni Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik.
"Kita punya sebuah gulf dan sekarang kita punya sebuah lake. Yang kita butuhkan sekarang hanyalah sebuah ocean," ujar Trump. "Jadi, mungkin kita harus mengganti nama Atlantik dan/atau Pasifik. Mungkin kita akan mengganti keduanya," lanjutnya.
Samudra Pasifik, Lautan Terluas dan Terdalam di Bumi
Samudra Pasifik merupakan samudra terluas sekaligus terdalam di Bumi. Luas permukaannya mencapai lebih dari 155 juta kilometer persegi, atau sekitar 30 persen dari seluruh permukaan planet seperti dikutip dari laman National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Besarnya kawasan Pasifik bahkan melampaui luas daratan seluruh benua jika digabungkan. Samudra ini juga menyimpan hampir dua kali lipat volume air dibandingkan Samudra Atlantik yang berada di urutan kedua sebagai samudra terbesar di dunia.
Rata-rata kedalaman Samudra Pasifik mencapai sekitar 4.000 meter. Namun, bagian tertentu jauh lebih dalam. Titik terdalam yang diketahui di Bumi berada di Challenger Deep, bagian terdalam dari Palung Mariana, dengan kedalaman lebih dari 11.000 meter atau sekitar 36.000 kaki.
Mengapa Disebut Pasifik?
Nama Pasifik memiliki sejarah yang menarik. Nama tersebut diberikan oleh penjelajah Portugis Ferdinand Magellan pada 1520 ketika memimpin armada Spanyol dalam perjalanan mencari jalur menuju kepulauan rempah-rempah di Nusantara melalui arah barat.
Pada akhir November 1520, tiga kapal yang tersisa dari ekspedisinya memasuki perairan yang kemudian dikenal sebagai Samudra Pasifik. Magellan menggambarkan laut tersebut sebagai perairan yang indah dan tenang.
Dari pengalaman itulah muncul nama Pacific, yang berasal dari bahasa Latin pacificus, yang berarti damai atau tenang.
Atlantik, Samudra yang Mengambil Nama dari Mitologi Yunani
Sementara itu, Samudra Atlantik merupakan samudra terbesar kedua di dunia. Luasnya sekitar 106,46 juta kilometer persegi, atau sekitar 20 persen dari permukaan Bumi. Ukurannya memang sangat besar, tetapi luas Atlantik hanya sedikit lebih besar dari separuh Samudra Pasifik.
Atlantik membentang di antara Amerika Utara dan Amerika Selatan di sebelah barat serta Eropa dan Afrika di sebelah timur. Di bagian utara, samudra ini terhubung dengan Samudra Arktik, sedangkan bagian selatannya terhubung dengan Samudra Selatan.
Para ilmuwan umumnya membagi Atlantik menjadi dua wilayah utama, yakni Atlantik Utara dan Atlantik Selatan.
Atlantik Utara memiliki peran penting dalam sistem sirkulasi laut global. Ketika air laut mengalami pendinginan akibat suhu rendah di kawasan Arktik, air menjadi lebih padat dan kemudian tenggelam. Proses ini menjadi bagian dari sistem yang dikenal sebagai global ocean conveyor, yaitu pola sirkulasi air laut yang membantu mengatur iklim Bumi.
Berbeda dengan Pasifik yang namanya diberikan berdasarkan kondisi laut yang ditemui Magellan, nama Atlantik berasal dari tokoh dalam mitologi Yunani, Atlas.
Atlas dikenal sebagai sosok yang sangat kuat dan dalam mitologi Yunani digambarkan memikul dunia di atas pundaknya. Dari nama tokoh inilah istilah Atlantic kemudian digunakan untuk menyebut samudra tersebut.
