Kecanduan Video Pendek? Hati-hati, Ini Dampaknya pada Otak

ADVERTISEMENT

Kecanduan Video Pendek? Hati-hati, Ini Dampaknya pada Otak

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 25 Agu 2026 16:00 WIB
Ilustrasi TikTok Brain
Ilustrasi Kecanduan Video Pendek. (Foto: iStock)
Jakarta -

Perkembangan media sosial yang menampilkan video pendek memunculkan permasalahan baru di dunia psikologi. Para ilmuwan melihat fenomena ini sebagai kecanduan video pendek (Short Video Addiction/SVA).

Video pendek sendiri adalah video yang bertujuan untuk menarik pengguna, mudah ditonton, dan terbatas pada beberapa menit saja. Kemunculan video yang hanya berdurasi beberapa menit ini bisa membuat pengguna kecanduan hingga kesulitan menahan dorongan untuk menonton video tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu dampak dari kecanduan video pendek bisa ditemukan pada fungsi kognitif individu. Fungsi kognitif diartikan sebagai proses mental internal yang menentukan bagaimana individu mempersepsikan, mengingat, berbicara, berpikir, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.

Dalam studi berjudul Short video addiction and its impact on cognitive functioning in adolescents and youth: a systematic review oleh Mona, A, et al, ditemukan beragam dampak kecanduan video pendek baik pada remaja maupun orang dewasa. Riset tersebut berdasarkan analisis dari 23 studi yang meneliti kecanduan video pendek. Seperti apa hasilnya?

ADVERTISEMENT

Dampak Kecanduan Video Pendek pada Kemampuan Otak

1. Perhatian yang Terganggu

Dalam studi tersebut, kecanduan video pendek bisa menurunkan kontrol seseorang atas perhatian mereka. Kecanduan video pendek menghambat kemampuan seseorang untuk secara mengarahkan kembali perhatian bila diperlukan dan kemampuan untuk mempertahankan perhatian pada satu tugas.

2. Kurang Bisa Mengendalikan Diri

Hasil studi secara konsisten menunjukkan bahwa pengendalian diri berfungsi sebagai faktor pelindung yang signifikan terhadap kecanduan video pendek. Seseorang yang memiliki pengendalian diri yang kuat akan lebih sulit mengalami kecanduan video pendek.

Kemudian mereka yang memiliki pengendalian diri lebih rendah lebih rentan terhadap penggunaan berlebihan yang bersifat kompulsif, impulsivitas, dan gangguan fokus.

3. Mengganggu Pengambilan Keputusan

Pada studi kepada mahasiswa, para ilmuwan menemukan jika penggunaan video pendek yang bersifat adiktif mengganggu proses pengambilan keputusan. Video pendek diketahui meningkatkan sensitivitas terhadap imbalan dan memengaruhi pemrosesan kognitif yang berorientasi pada kepuasan segera.

4. Daya Ingat, Kecemasan, dan Stres

Gangguan kognitif pada aspek memori juga telah didokumentasikan. Penggunaan TikTok yang berlebih dikaitkan dengan defisit memori, depresi, kecemasan, dan stres. Kecanduan video pendek tidak hanya mengganggu perhatian sesaat, tetapi juga proses memori inti seseorang.

Peneliti mengatakan jika efek langsung kecanduan video pendek tidak signifikan secara statistik. Namun, efek tidak langsung yang signifikan bisa terlihat melalui saturasi informasi dan gangguan kognisi.



(nir/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads