Mengenal Teledu Asia, Hewan Penggali dengan Cakar Kuat dan 'Night Vision'

ADVERTISEMENT

Mengenal Teledu Asia, Hewan Penggali dengan Cakar Kuat dan 'Night Vision'

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 18 Agu 2026 12:00 WIB
Teledu Asia (Meles leucurus).
Foto: David Blank via Animal Diversity Web/Teledu Asia (Meles leucurus).
Jakarta -

Pernah mendengar hewan teledu? Banyak orang sering menyebutnya sigung atau luak. Namun nyatanya, teledu adalah hewan yang berbeda dengan sigung ataupun luak.

Teledu merupakan hewan mustelid (famili Mustelidae). Hewan ini beradaptasi dengan cara menggali dan bisa ditemukan di seluruh Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia.

Teledu memiliki kurang lebih 15 spesies dengan ciri umum cakar yang kuat. Salah satu jenisnya adalah teledu Asia (Meles leucurus).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fakta-fakta Teledu Asia: Bertubuh Kekar hingga Bermata Tajam


1. Tersebar di Wilayah Asia hingga Eropa Timur

Mengutip Animal Diversity Web, teledu Asia hidup di wilayah beriklim sedang di Eropa Timur dan Asia. Jangkauan mereka membentang dari Rusia timur hingga China dan berbatasan di selatan dengan Himalaya.

Habitatnya berada di hutan gugur, hutan konifer, dan daerah pegunungan, stepa, semigurun, serta tundra. Di daerah berhutan, teledu Asia sering menggali liang di lereng selatan jurang, tempat salju mencair lebih awal.

ADVERTISEMENT

Mereka lebih menyukai daerah dengan tanah yang mudah mengalirkan air. Namun, mereka juga dapat menggali liang di tepi danau pesisir serta hidup membentang secara vertikal dari permukaan laut hingga padang rumput alpine.

2. Bertubuh Kekar dengan Cakar yang Kuat

Teledu Asia memiliki tubuh yang kekar dengan tungkai pendek. Cakar kuatnya memanjang 22 hingga 26 mm, yang digunakan untuk menggali.

Bulu teledu Asia cenderung lebat dan kasar. Umumnya berwarna abu-abu keperakan dengan wajah putih dan garis-garis cokelat gelap atau hitam yang membentang di atas setiap mata.

Namun, spesimen dari Mongolia memiliki bulu yang relatif lebih terang, sedangkan yang dari wilayah Amur memiliki warna yang sangat gelap. Selain itu, penghuni pegunungan hampir selalu lebih gelap daripada yang berada di dataran.

Teledu Asia termasuk hewan omnivora yang mengonsumsi berbagai macam makanan, termasuk cacing tanah, serangga, mamalia, reptil, burung, katak, moluska, beri, kacang pinus, dan tumbuhan lainnya. Pola makannya di berbagai wilayah sebagian besar bergantung pada ketersediaan makanan yang ada di sekitar.

3. Hanya Melahirkan Sekali dalam Setahun

Secara umum, teledu dari genus Meles melahirkan sekali setahun. Biasanya antara pertengahan Januari dan pertengahan Maret. Dalam hal ini, perkawinan dan pembuahan dapat terjadi sepanjang tahun, tetapi implantasi tertunda.

Teledu jenis ini juga menunjukkan perilaku aloparental. Artinya, individu yang berkerabat membantu membesarkan anak dan bisa mengejar anak-anak ke dalam sarang ketika mereka terancam, atau mengusir predator.

4. Mata Kecil tapi Memiliki Night Vision

Teledu Asia sebagian besar termasuk nokturnal atau aktif pada malam hari. Namun, matanya memiliki ukuran yang kecil sehingga penglihatannya tidak terlalu baik.

Meski begitu, teledu Asia memiliki fitur yang bisa membantunya tetap melihat pada malam hari. Teledu dari genus Meles umumnya memiliki jumlah sel batang dan sel kerucut yang relatif tinggi. Mereka juga memiliki tapetum yang memantulkan cahaya kembali melalui retina. Fitur-fitur ini membantu penglihatan malam (night vision) dari teledu Asia.

5. Bulunya Sering Dikomersilkan

Dengan ciri khas warna yang unik dan lebat, bulu teledu Asia kerap dimanfaatkan untuk berbagai jenis sikat. Kulitnya kerap dimanfaatkan untuk membuat karpet dan barang-barang dari kulit.



(faz/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads