Bluebuck merupakan salah satu spesies antelop yang pernah hidup di Afrika Selatan. Hewan ini dulu dikenal lewat penampilan uniknya yang berbulu abu-abu kebiruan.
Bulu Bluebuck juga berkilau keperakan saat terkena cahaya matahari. Keunikan ini membuatnya mudah dikenali dibandingkan spesies antelop lain.
Bluebuck diperkirakan hidup hingga sekitar tahun 1800-an. Kini, ilmuwan berencana 'menghidupkannya' lagi. Kenapa dan bagaimana langkahnya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antelop Unik yang Penting
Dilansir dari Natural History Museum, meskipun ukurannya relatif lebih kecil, spesies ini berperan penting dalam ekosistem padang rumput. Sebagai herbivora, Bluebuck membantu penyebaran biji tanaman melalui aktivitas makannya.
Selain itu, Bluebuck juga menjadi bagian dari rantai makanan sebagai mangsa predator besar. Peran ekologis ini menjadikannya salah satu spesies penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di habitat aslinya.
Kepunahan akibat Aktivitas Manusia
Bluebuck dinyatakan punah pada akhir abad ke-18, menjadikannya salah satu mamalia besar pertama di Afrika yang punah dalam periode sejarah modern. Kepunahan ini tidak lepas dari aktivitas manusia, terutama sejak kedatangan pemukim Eropa di wilayah Afrika Selatan.
Perubahan besar-besaran pada habitat padang rumput menjadi lahan pertanian menyebabkan ruang hidup Bluebuck menyusut drastis. Selain itu, spesies ini juga diburu karena dianggap bersaing dengan ternak dalam memperebutkan sumber pakan.
Akibat kombinasi perburuan dan hilangnya habitat, populasi Bluebuck terus menurun hingga akhirnya benar-benar hilang. Saat ini, bukti keberadaan spesies ini hanya tersisa dalam bentuk spesimen museum, termasuk tanduk yang tersimpan di London.
Upaya Menghidupkan Kembali lewat Teknologi
Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, muncul upaya untuk menghidupkan kembali Bluebuck melalui pendekatan de-extinction. Salah satu perusahaan bioteknologi, Colossal Biosciences, tengah mengeksplorasi kemungkinan tersebut dengan memanfaatkan data genetik dari spesimen yang masih tersimpan.
Pendekatan yang digunakan melibatkan teknologi reproduksi seperti fertilisasi in vitro (IVF) dan penggunaan spesies kerabat dekat sebagai induk pengganti. Dalam hal ini, antelop roan dipertimbangkan karena memiliki kedekatan genetik dengan Bluebuck.
Meski masih dalam tahap penelitian, proyek ini tidak hanya bertujuan menghadirkan kembali spesies yang punah, tetapi juga membuka peluang restorasi ekosistem yang pernah kehilangan peran penting dari Bluebuck.
