Masyarakat Indonesia akan segera merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI pada 17 Agustus 2026. Akan banyak kegiatan yang bisa disaksikan masyarakat mulai dari upacara bendera hingga karnaval/lomba 17 Agustus.
Dalam memastikan kondisi cuaca pada hari tersebut, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membagikan prediksi cuaca selama 11-17 Agustus 2026. Secara umum, BMKG menyebut pantauan iklim Indonesia hingga akhir Juli 2026 masih kering.
Berkurangnya suplai hujan disebabkan oleh fenomena El Nino yang kuat dan IOD yang cenderung positif. Buktinya, sebanyak 73,8% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMKG memprediksi kondisi kering ini masih berlanjut hingga awal Agustus. Oleh karena itu, masyarakat harus mewaspadai dampak dari panas terik hingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Potensi Cuaca pada 11-17 Agustus 2026
Melansir laman resminya, BMKG membagi prediksi cuaca menjadi dua periode yakni 11-14 Agustus 2026 dan 15-17 Agustus 2026. Pada 11-14 Agustus 2026, BMKG memprediksi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.
Begitu juga pada 15-17 Agustus 2026, kondisi Indonesia cenderung cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, beberapa wilayah perlu mewaspadai peningkatan hujan seperti di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua.
Selain itu, beberapa wilayah ini diprediksi akan menghadapi angin kencang pada 15-17 Agustus 2026 yakni Aceh, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.
Hujan Masih Berpotensi di Beberapa Wilayah
Walaupun secara dominan musim kemarau tengah terjadi di Indonesia, tetapi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah masih memungkinkan. Misalnya pada 7-9 Agustus 2026 lalu hujan dengan intensitas sedang dan lebat terjadi di beberapa daerah seperti Kalimantan Utara dan Papua Pegunungan.
Kondisi tersebut disebabkan oleh meningkatnya aktivitas konventif. Selain itu, perlambatan dan belokan angin juga terpantau di sebagian wilayah utara Kalimantan dan Papua.
Imbauan BMKG Hadapi Cuaca 11-17 Agustus 2026
BMKG mengimbau masyarakat agar mengantisipasi dampak dari cuaca panas. Misalnya dengan menggunakan pelindung dan tabir surya untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.
Selain itu, masyarakat juga perlu menjaga kecukupan cairan tubuh, utamanya saat berkegiatan di luar ruangan pada siang hari. Hal itu bertujuan agar terhindar dari dehidrasi.
Dampak besar yang perlu diwaspadai masyarakat hingga pemerintah selama musim kemarau ini adalah karhutla. Masyarakat diimbau tidak membuang sembarangan sampah yang mudah terbakar.
