Tak Sekadar Ekskul, Erick Thohir Tegaskan Pramuka Masuk Inti Pendidikan Nasional

ADVERTISEMENT

Tak Sekadar Ekskul, Erick Thohir Tegaskan Pramuka Masuk Inti Pendidikan Nasional

Cicin Yulianti - detikEdu
Sabtu, 15 Agu 2026 12:00 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Foto: Cicin Yulianti
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir menyampaikan bahwa kegiatan Pramuka saat ini bukan hanya ekstrakulikuler di sekolah. Namun, juga termasuk ke dalam struktur inti dari pendidikan nasional.

Hal itu ia sampaikan saat Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus pembukaan Jambore Nasional 2026. Erick menyebut Presiden Prabowo Subianto pun sudah menaruh perhatian khusus untuk Pramuka.

"Tadi disampaikan di pidato Bapak Presiden, tidak lagi Pramuka ini menjadi ekstrakurikuler, tetapi harus menjadi bagian daripada struktur pendidikan, baik di tingkat Pendidikan Dasar, Menengah, maupun Tinggi," ujar Erick Thohir kepada wartawan di Lapangan Utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur pada Jumat (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pramuka dikembalikan kepada khittahnya yaitu sebagai alat pembangunan karakter bangsa dan harus benar-benar masuk ke program inti ya, jadi bukan program sampingan. Nah, ini yang kita coba perbaiki sama-sama," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Erick memastikan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan selalu berkoordinasi dengan Kawartir Nasional untuk mendukung Pramuka sebag program inti, bukan hanya sampingan.

"Ini bukan eranya lagi kita bekerja sendiri-sendiri. Kita harus bersatu agar bonus demografi Indonesia menuju ke arah yang baik. Pramuka adalah bagian terpenting dalam membangun karakter kepemudaan menuju 100 tahun Sumpah Pemuda dan Indonesia Emas 2045," tegasnya.

Pendidikan Harus Pramuka Lebih Berkembang

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kwartir Nasional, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso mengatakan bahwa anak Pramuka kini harus bisa mengembangkan kemampaun sesuai dengan perubahan zaman.

"Kami memandang swasembada pangan bukan semata persoalan produksi, tapi di dalamnya ada pendidikan, teknologi, dan kewirausahaan. Melalui Jamnas ini, kita menanamkan budaya produktif seperti integrated farming, peternakan, hingga perikanan sejak usia muda," jelas Budi.

Termasuk juga dalam mengembangkan skill yang berkaitan dengan teknologi. Menurutnya, gerakan Pramuka juga harus melakukan transformasi dalam metode pembelajarannya.

"Generasi muda hari ini menghadapi tantangan berat, mulai dari perubahan iklim, judi online, hingga ancaman narkoba. Pramuka hadir sebagai 'Kawah Candradimuka' untuk memastikan teknologi digital yang dikuasai pemuda tetap memiliki arah dan karakter yang kuat berdasarkan Tri Satya dan Dasa Darma," tambahnya.



(cyu/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads