Presiden Prabowo Subianto meminta pembinaan Gerakan Pramuka diperkuat sebagai bagian dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, pembentukan karakter tidak berhenti ketika siswa menyelesaikan pendidikan di sekolah, tetapi harus berlanjut hingga perguruan tinggi.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya yang disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thorir di Lapangan Utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur pada Jumat (14/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini telah berubah seiring perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. "Karena itu saya percaya Indonesia membutuhkan Pramuka. Sekarang lebih dari sebelumnya kita membutuhkan Pramuka yang kuat dan aktif," ujar Prabowo.
Pramuka Tak Sekadar Ekstrakurikuler
Prabowo menegaskan posisi Pramuka tidak seharusnya hanya dilihat sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Ia ingin kepramukaan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
"Saya ingin tegaskan, Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Pramuka harus menjadi bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia," katanya.
Ia menyebut Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki karakter patriotik, gigih, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta memiliki empati dan kepedulian terhadap sesama.
Prabowo mengatakan karakter tersebut merupakan bagian dari desain besar karakter pemuda Indonesia yang telah disusunnya bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Patriotik, gigih, dan berempati. Inilah karakter generasi muda Indonesia yang harus kita bangun," ujarnya.
Pembinaan Melibatkan Kemendikdasmen serta Kemendiktisaintek
Menurut Prabowo, pembentukan karakter membutuhkan proses panjang. Karakter tidak dapat dibangun hanya melalui pembelajaran di dalam ruang kelas.
"Karakter tidak terbentuk dalam satu hari dan tidak cukup hanya melalui pelajaran di dalam kelas," kata Prabowo.
Ia menilai karakter terbentuk melalui latihan, pengalaman, keteladanan, serta lingkungan yang baik. Karena itu, pembinaan kepramukaan perlu mendapat perhatian bersama.
"Pembinaan ini harus melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi," tuturnya.
Prabowo menilai pembentukan karakter generasi muda merupakan proses berkelanjutan yang berlangsung sejak seseorang berada di bangku sekolah hingga perguruan tinggi.
"Karena pembentukan generasi muda berlangsung sejak mereka berada di bangku sekolah sampai perguruan tinggi," ujarnya.
Di sisi lain, Prabowo menegaskan nilai-nilai dasar Pramuka seperti disiplin, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama tetap relevan meski zaman terus berubah.
"Nilai-nilai Pramuka tidak berubah. Disiplin, gotong royong, dan kepedulian kepada sesama tetap harus dipegang," katanya.
Namun, zaman dan tantangan terus berubah. Karena itu, ia meminta Gerakan Pramuka ikut berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan anak muda Indonesia.
"Menjadi tempat mereka banggakan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, menguji keberanian, dan melakukan sesuatu yang berguna bagi masyarakat," katanya.
