Timun atau mentimun sering dijadikan campuran bahan dalam sayuran. Namun di sisi lain, timun segar dijadikan campuran bahan dalam makanan lotis bersama buah-buahan. Lantas timun termasuk buah atau sayur ya?
Jawabannya bisa dua-duanya. Timun bisa disebut buah, juga bisa disebut sayuran, tergantung definisi mana yang dipakai.
Menurut Klasifikasi Botani: Timun adalah Buah
Mengutip Healthline, mentimun (Cucumis sativus) adalah anggota keluarga tanaman labu atau Cucurbitaceae. Ukuran dan warnanya dapat sangat bervariasi tergantung pada varietasnya, tetapi paling dikenal karena bentuknya yang panjang dan silindris serta kulitnya yang berwarna hijau cerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dewan Informasi Makanan Eropa atau European Food Information Council (Eufic), timun termasuk buah dalam sudut pandang botani atau ilmu biologi. Dalam klasifikasi botani, buah adalah produk pembawa biji yang tumbuh dari ovarium tumbuhan berbunga, atau bisa dikatakan buah adalah yang memiliki minimal satu biji dan tumbuh dari bunga tumbuhan.
Dengan definisi ini, mentimun diklasifikasikan sebagai buah karena mengandung biji kecil di tengahnya dan tumbuh dari bunga tanaman mentimun.
Menurut Klasifikasi Kuliner: Timun adalah Sayuran
Di banyak budaya kuliner, timun sering dijadikan bahan untuk membuat sayur. Dalam dunia kuliner, definisi sayuran menjadi lebih luas.
Biasanya, bahan sayuran memiliki tekstur lebih keras, rasanya hambar, dan sering kali butuh pemasakan dalam hidangan. Sementara buah memiliki tekstur yang lembut, cenderung memiliki rasa manis atau asam, dan sering dinikmati mentah.
Karena tekstur timun lebih renyah dan menyegarkan, sering kali dijadikan hidangan seperti acar. Ini sebabnya timun akhirnya banyak disebut sebagai sayuran.
Perbedaan definisi botani dan kuliner cukup lumrah. Selain timun, ada labu, tomat, dan terong yang juga sering diperdebatkan apakah termasuk buah atau sayur.
Manfaat dan Nutrisi Timun
Selain sifatnya yang fleksibel, timun bisa dijadikan sayur dan bisa dicampur dengan buah-buahan. Timun juga memiliki banyak kandungan.
Secara umum, timun sebagian besar terdiri dari air. Namun, dalam 52 gram timun terdapat sekitar 7% dari nilai harian (AKG) untuk vitamin K - nutrisi yang berperan penting dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang.
Timun juga kaya akan beberapa senyawa tumbuhan unik, seperti cucurbitacin dan cucumegastigmane, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat. Selain itu, juga rendah kalori, karbohidrat, dan lemak.
