Hujan Meteor Perseid Dini Hari Besok! Begini Cara Menyaksikannya

ADVERTISEMENT

Hujan Meteor Perseid Dini Hari Besok! Begini Cara Menyaksikannya

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 12 Agu 2026 18:30 WIB
A  view of meteor streaks in the night sky during annual Perseid meteor shower at Shebenik National Park, in Fushe Stude, Albania, August 13, 2023. REUTERS/Florion Goga
Hujan meteor Perseid. Foto: REUTERS/FLORION GOGA
Jakarta -

Hujan meteor Perseid akan berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026 dini hari. Fenomena astronomi ini dapat disaksikan dari langit Indonesia. Bagaimana caranya?

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam unggahan resminya menyatakan bahwa hujan meteor Perseid akan dapat diamati secara optimal karena fenomena ini bertepatan dengan fase Bulan Baru. Pada fase tersebut, sisi Bulan yang disinari Matahari sedang membelakangi Bumi, sehingga cahayanya tidak terlihat dan langit malam pun jadi lebih gelap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara Menyaksikan Hujan Meteor Perseid

Karena fase Bulan baru, hujan meteor Perseid dapat disaksikan dengan mata telanjang. Ketimbang melihat dengan bantuan teleskop atau binokular, melihat dengan mata langsung juga menurut BRIN lebih ideal lantaran medan pandang untuk menyaksikan hujan meteor jadi lebih luas.

BRIN menjelaskan sejumlah cara mengamati Perseid agar lebih optimal. Berikut kiatnya:

ADVERTISEMENT
  • Pilih lokasi yang minim polusi cahaya
  • Melihat ke langit di arah timur laut
  • Pastikan medan pandang ke arah timur laut tidak terhalang gedung atau pohon
  • Pastikan kondisi langit di arah timur laut cerah dan tidak tertutup awan.

Keistimewaan Hujan Meteor Perseid

Meteoroid adalah serpihan batu atau debu kecil di angkasa luar yang sebagian besar berasal dari sisa ekor komet atau tumbukan asteroid, seperti dijelaskan dalam laman Sains Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA).

Sedangkan meteor adalah sebutan meteoroid memasuki atmosfer planet dengan kecepatan tinggi seperti bagi bola api atau 'bintang jatuh' dan terbakar habis akibat tekanan udara yang tinggi.

Adapun hujan meteor adalah fenomena saat Bumi berpapasan dengan banyak meteoroid sekaligus. Ada beragam jenis hujan meteor, tetapi hujan meteor Perseid punya keistimewaannya sendiri.

Terjadi Setiap Tahun di Waktu dan Arah yang Sama

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin mengatakan, Bumi setiap tahunnya berpapasan dengan sisa debu komet. Karena itu, terjadi fenomena hujan meteor dengan arah dan waktu kemunculan yang tetap setiap tahun.

"Hujan meteor Perseid tergolong hujan meteor yang kuat sehingga menarik minat para penggemar astronomi," kata Thomas.

Banyak 'Bintang Jatuh'

Hujan meteor Perseid sendiri berasal dari sisa debu komet 109/Swift-Tuttle. Hujan meteor ini akan tampak berasal dari arah rasi bintang Perseus.

Saat puncak hujan meteor Perseid pada pertengahan Agustus ini, warga di berbagai belahan dunia bisa menyaksikan fenomena 'bintang jatuh' atau sekitar 1-2 meteor per menit, jika kondisi langit ideal.

Selamat menyaksikan hujan meteor Perseid dini hari 13 Agustus 2026, detikers!



(twu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads