Menbud soal Kerja Budaya-Kreatif Diambil Alih AI: Cari Kebaruan

ADVERTISEMENT

Menbud soal Kerja Budaya-Kreatif Diambil Alih AI: Cari Kebaruan

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 11 Agu 2026 14:30 WIB
Menteri Budaya, Fadli Zon, ungkap tantangan ilmu sosial humaniora di era AI. Salah satunya pekerjaan bisa diambil alih.
Menteri Budaya, Fadli Zon, ungkap tantangan ilmu sosial humaniora di era AI. Salah satunya pekerjaan budaya dan kreatif bisa diambil alih. Foto: Nikita Rosa/detikcom
Jakarta -

Menteri Budaya, Fadli Zon, ungkap tantangan yang akan dihadapi di bidang ilmu sosial humaniora era artificial intelligence (AI), berupa ambil alih pekerjaan. Menurutnya, tantangan ini akan terasa oleh pekerja budaya dan ekonomi kreatif.

"Tantangannya memang mungkin dalam waktu dekat ini ada sejumlah kerja-kerja budaya atau kerja-kerja kreatif yang diambil alih oleh AI," ujarnya ditemui usai Simposium Nasional Guru Besar Humaniora di Kampus FIB UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menghadapi situasi ini, Fadli Zon mendorong para praktisi budaya dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan keterampilan dan kebaruan inovasi.

"Ini juga satu tantangan tersendiri bagi para praktisi budaya, praktisi bidang ekonomi kreatif juga, agar tentu meningkatkan dan mencari kebaruan, inovasi, dari bidangnya masing-masing," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Era AI Tidak Bisa Dihindari

Lebih lanjut, Fadli Zon menilai era AI tidak bisa dihindari. AI akan menjadi alat untuk membantu kehidupan sehari-hari, tapi tidak menggantikan manusia.

"Machine learning, artificial intelligence yang kita ciptakan itu akan harus kita tempatkan sebagai alat, sebagai instrumen untuk kepentingan kita, jangan justru mereka yang menjadi pemikir utama," ujarnya.

Ke depan, Fadli Zon melihat AI masih belum bisa masuk dalam persoalan nilai-nilai kemanusiaan, peradaban, hingga bidang lain-lain yang terkait dengan pengetahuan.

"Kita jadikan bahwa AI itu juga perangkat untuk memajukan kebudayaan, dan saya kira itu mempercepat proses. Kita harus melihat dari sisi positif," tegasnya.



(nir/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads