Asam urat atau gout arthritis masih dianggap sebagai penyakit yang hanya dialami orang lanjut usia. Faktanya, penyakit ini juga bisa diderita oleh orang di usia produktif, remaja, hingga anak-anak.
Dokter Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dr. Oryzafira Gayatri, menjelaskan jika penyakit asam urat adalah peradangan sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat (monosodiumurate) pada persendian. Kristal tersebut terbentuk saat kadar asam urat di dalam darah terlalu tinggi dan mengendap di jaringan sendi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asam urat bisa muncul secara tiba pada malam atau saat bangun tidur. Sendi yang terdampak akan terlihat bengkak, kemerahan, terasa hangat, dan sangat nyeri saat disentuh.
Sendi yang paling sering terkena asam urat pangkal ibu jari kaki. Namun, asam urat juga bisa menyerang lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku, hingga bahu, pinggul, maupun tulang belakang.
Penyebab Asam Urat
Oryzafira menjelaskan asam urat terbentuk dari proses pemecahan purin di dalam tubuh. Purin sendiri adalah komponen yang banyak ditemukan pada makanan seperti daging merah, jeroan, makanan laut, dan kerang.
Konsumsi minuman beralkohol juga dapat meningkatkan kadar asam urat. Selain pola makan, riwayat keluarga dan obesitas juga dapat meningkatkan risiko asam urat.
4 Tahap Perkembangan Asam Urat
Penyakit asam urat berkembang melalui empat tahap, yaitu:
1. Kadar asam urat yang tinggi tanpa gejala
2. Serangan akut yang menyebabkan nyeri dan peradangan pada sendi
3. Masa ketika gejala mereda tetapi risiko kekambuhan tetap tinggi
4. Muncul benjolan asam urat atau tophi
Asam Urat Masih Dapat Dikendalikan
Asam urat belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, penyakit asam urat dapat dikendalikan dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup.
Penderita asam urat akan dianjurkan mengonsumsi obat sesuai resep dokter, menghindari penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga medis, membatasi makanan tinggi purin, menghindari alkohol, memperbanyak konsumsi air putih, dan mengistirahatkan sendi yang sedang mengalami peradangan.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Oryzafira menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula maupun tinggi purin, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, memenuhi kebutuhan cairan minimal dua liter per hari, mengendalikan penyakit penyerta, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
"Semakin dini penyakit asam urat dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien," ujarnya.










































