Anak Elon-Bezos Belajar Bahasa Mandarin, Jadi Tren Dunia?

ADVERTISEMENT

Anak Elon-Bezos Belajar Bahasa Mandarin, Jadi Tren Dunia?

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 03 Agu 2026 18:45 WIB
NEW YORK, NEW YORK - DECEMBER 13: Elon Musk and son X Æ A-12 on stage TIME Person of the Year on December 13, 2021 in New York City. (Photo by Theo Wargo/Getty Images for TIME)
Elon Musk dan anak pada 2021 lalu. Foto: Getty Images for TIME/Theo Wargo
Jakarta -

Anak tokoh kaya dan berpengaruh global diketahui mempelajari bahasa Mandarin. Salah satunya anak pendiri SpaceX, Elon Musk.

"我的儿子正在学习普通话", tulisnya di X beberapa waktu lalu, dilansir ABC, menyatakan anak laki-lakinya sedang belajar bahasa Mandarin.

Beberapa anak tokoh lainnya yakni anak bos Amazon Jeff Bezos; dan CEO Meta Mark Zuckerberg. Anak sulung Pangeran William and Putri Kate, Pangeran George, juga dikabarkan belajar bahasa Mandarin di sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peluang Ekonomi

Menurut Profesor Studi China dan Direktur Lau China Institute, King's College London, Kerry Brown, fakta bahwa ekonomi China merupakan yang terbesar kedua di dunia bisa jadi memengaruhi motivasi tokoh kaya dan berpengaruh global untuk bahasa Mandarin.

ADVERTISEMENT

Ia menilai, beberapa tokoh global tersebut benar-benar percaya bahwa kerja sama ekonomi dengan China merupakan hal penting di masa depan.

"Ini kepentingan praktis pribadi, dan pengakuan bahwa China akan menjadi mitra teknologi dan ekonomi sangat penting di masa depan," kata Brown.

Peluang Diplomatik

Brown menambahkan, mempelajari bahasa Mandarin juga bisa bantu mengembangkan hubungan diplomatik dengan Beijing. Contohnya saat cucu Presiden AS Donald Trump, Arabella Kushner, bernyanyi dalam bahasa Mandarin pada kuncungan kenegaraan Presiden China ke AS pada 2017 lalu.

"Ketika Trump menyuruh cucunya menyanyikan lagu berbahasa Mandarin di depan Xi Jinping, itu adalah diplomasi yang baik," kata Brown.

Tren Global

Juru bicara pers Rusia, Dmitry Peskov, dalam media pemerintah menyatakan putrinya dapat berbicara bahasa Mandarin sebelum berbicara dalam bahasa Rusia karena berkat pengasuhnya.

Terpisah, Presiden Rusia Validimir Putin dalam kunjungan ke Beijing baru-baru ini menyatakan lebih dari 100.000 warga Rusia sedang belajar bahasa Mandarin. Adapun 20.000 di antaranya belajar bahasa Mandarin langsung di China.

Pada 2023, Arab Saudi mewajibkan belajar bahasa Mandarin di SMP negeri dan swasta. Setiap kelas akan dilengkapi tenaga fasilitator yang membantu siswa belajar mandiri, dilansir Saudi Gazette.

Dikutip dari SCMP, tren ini menunjukkan pergeseran geopolitik Timur Tengah yang sebelumnya lebih dipengaruhi AS ke China. Tren ini juga dipandang unik, mengingat tren belajar bahasa Mandarin saat itu menurun di negara-negara Barat.

Faktor Budaya-Kemajuan Ekonomi-Teknologi

Berdasarkan data HolonIQ by Quacquarelli Symonds (QS) tahun 2023 dalam laman resmi platform market intelligence pendidikan global ini, ada lebih dari 6 juta pemelajar bahasa Mandarin dengan pasar senilai USD 7,4 miliar (sekitar Rp 133 triliun). Angka ini diperkirakan meningkat 100 persen dalam 5 tahun.

Temuan ini diperkirakan tidak hanya lantaran faktor kemajuan teknologi dan ekonomi China. Budaya dan sejarah yang kuat juga dinilai mendorong lebih banyak orang belajar bahasa Mandarin, begitu juga seninya, filmnya, karya literatur, dan makanan khasnya.

Sekitar 2 juta pemelajar asing diperkirakan belajar untuk meraih sertifikat kemahiran berbahasa Mandarin. Mayoritas di antaranya adalah siswa sekolah, diikuti pemelajar dewasa. Meski belum sepopuler bahasa Inggris, orang dewasa diperkirakan juga berminat belajar bahasa Mandarin karena motif peluang ekonomi.

Pemerintah Inggris juga meningkatkan pendanaan 2 kali lipat pada 2023 untuk mempelajari China dan bahasa Mandarin agar negaranya dapat memahami dan berinteraksi dengan China yang dinilai makin penting perannya di tingkat dunia, sambil menjaga keamanan nasionalnya.

Di samping pemelajar asing, sekitar 4 juta dari 60 juta diaspora China juga aktif mempelajari bahasa Mandarin untuk memperoleh sertifikat kemahiran berbahasanya.

Sementara itu, sekitar setengah dari 6 juta diaspora China merupakan anak sekolah yang aktif belajar bahasa Mandarin, serta berbahasa Mandarin di rumah atau menjadikannya bahasa kedua. Diperkirakan, sekitar 2,5 juta anak di antaranya juga ikut les bahasa Mandarin.

Dikutip dari Xinhua, tren belajar bahasa Indonesia juga tumbuh di Indonesia. Sejumlah sekolah juga menyediakan mata pelajaran pilihan bahasa Mandarin, di samping kelas kursus.

Sebelumnya pada 2024, Kedutaan Besar China di Indonesia bersama Masjid Istiqlal meresmikan ruang budaya Tiongkok di dalam kompleks masjid lewat projek China Space at Istiqlal. Projek ini juga menawarkan pertukaran, kerja sama budaya, dan pendidikan bilateral China-RI.

Di ruang kelas, pengunjung dapat belajar bahasa Mandarin, budaya tradisional China seperti lukisan sutra, porselen, dan boneka panda, serta pencapaian teknologi China lewat miniatur kereta api cepat, satelit, dan model kapal.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Kata Prabowo Saat Jadi Korban Hoaks AI Bisa Bahasa Mandarin-Arab"
[Gambas:Video 20detik] (twu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads