×
Ad

Sejarah Las Malvinas, Sengketa Argentina-Inggris yang Ramai di Piala Dunia 2026

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Sabtu, 18 Jul 2026 20:01 WIB
Perayaan kemenangan tim Argentina atas Inggris di partai semifinal Piala Dunia 2026 Foto: REUTERS/Amanda Perobelli
Jakarta -

Pertarungan di lapangan hijau antara Argentina lawan Inggris di partai semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat beberapa hari lalu memanaskan kembali sentimen sejarah kedua negara.

Faktanya Argentina dan Inggris memang pernah terlibat dalam perang bersejarah sekitar 40 tahun lalu. Perang tersebut memperebutkan Las Malvinas atau Kepulauan Malvinas, yang disebut Inggris dengan Falkland Islands.

Isu Malvinas ini rupanya tak pernah padam. Setelah mengalahkan Inggris 2-1, sejumlah pemain Argentina mengangkat spanduk bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" yang artinya Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina.

Pemerintah Inggris berang dengan aksi tersebut. Inggris bahkan mendesak FIFA untuk menyelidiki tindakan para pemain Argentina membentangkan spanduk soal Malvinas.

Sekretaris Negara untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris, Peter Kyle, menilai Argentina melakukan pelanggaran berat membawa pesan politik ke pertandingan.

Sementara, AS sebagai tuan rumah secara mengejutkan membela Argentina. Andrew Giuliani, Kepala Task Force FIFA World Cup 2026 dari Gedung Putih, menyatakan pada Jumat (17/7/2026) bahwa selama berada di AS, tim Argentina memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menyampaikan pernyataan tersebut.

Giuliani merujuk pada perlindungan kebebasan berbicara yang dijamin oleh Amandemen Pertama Konstitusi AS.

Lantas bagaimana sejarah peperangan tersebut dan siapa pemenangnya?

Kepulauan Falkland atau Malvinas Foto: Getty Images/iStockphoto/LembiBuchanan

Sengketa Berusia Ratusan Tahun

Kepulauan atau Las Malvinas yang secara internasional dikenal dengan Falkland Islands merupakan gugusan pulau yang berada sekitar 480 kilometer dari pesisir Argentina di Amerika Selatan. Wilayah ini terdiri atas dua pulau utama dan ratusan pulau kecil dengan jumlah penduduk sekitar 3.600 jiwa.

Sejak akhir abad ke-16, pulau tersebut pernah didatangi dan dihuni oleh ekspedisi Inggris, Prancis, serta Spanyol. Selama beberapa abad berikutnya, berbagai negara saling mengklaim kepemilikan wilayah itu.

Pada 3 Januari 1833, Inggris berhasil menguasai kepulauan tersebut dan menetapkannya sebagai wilayah mahkota (British Crown Territory).

Sementara, Argentina menganggap Malvinas sebagai bagian dari wilayahnya sejak memperoleh kemerdekaan dari Spanyol pada 1816. Hingga kini Argentina tidak pernah mengakui kedaulatan Inggris atas kepulauan tersebut.

Pada referendum tahun 2013, mayoritas warga Falkland memilih tetap menjadi wilayah Inggris. Pemerintah Inggris menggunakan hasil referendum itu sebagai dasar bahwa masa depan kepulauan harus ditentukan oleh penduduknya sendiri.

Sebaliknya, Argentina berpendapat bahwa penduduk saat ini merupakan hasil pemukiman yang dibentuk Inggris sehingga tidak memiliki hak menentukan status wilayah tersebut.

Perang Malvinas atau Falkland 1982

Setelah puluhan tahun perundingan tanpa hasil, konflik memuncak pada 2 April 1982 ketika Argentina mengirim ribuan tentara untuk merebut Kepulauan Malvinas.

Saat itu, Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan sempat berupaya membujuk junta militer Argentina agar membatalkan invasi, tetapi gagal. Inggris kemudian mengirim armada perang besar, termasuk kapal perang dan kapal selam, untuk merebut kembali wilayah tersebut.

Perang berlangsung selama 74 hari sebelum akhirnya pasukan Argentina menyerah. Konflik tersebut menewaskan lebih dari 900 orang, sebagian besar merupakan tentara Argentina.

Kekalahan itu menjadi pukulan telak bagi pemerintahan junta militer Argentina. Pemimpinnya saat itu, Leopoldo Galtieri, mengundurkan diri hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher mengumumkan kemenangan Inggris.



Simak Video "Video Menyaksikan Langsung Selebrasi Spanyol Juara Piala Dunia 2026"


(pal/twu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork