×
Ad

Indonesia Kekurangan Talenta STEM, Ranking Berapa di Dunia?

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 23 Jun 2026 17:15 WIB
Ilustrasi lulusan RI. Foto: iStock
Jakarta -

Isu kekurangan talenta sains, teknologi, rekayasa (engineering), dan matematika (STEM) di Indonesia kembali mengemuka. Terbaru, hal ini disampaikan di SMAN Unggulan MH Thamrin, salah satu Sekolah Garuda Transformasi.

Diketahui, Sekolah Garuda Transformasi merupakan bagian dari Program Sekolah Garuda, Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dalam menjawab Asta Cita terkait pembangunan SDM Indonesia dan ekosistem sains dan teknologi. Lulusan Sekolah Garuda disiapkan untuk mengenyam pendidikan tinggi di kampus terbaik dunia, baik di dalam maupun luar negeri.

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini mengatakan, di SMA Unggul Garuda, talenta STEM disiapkan tanpa mengesampingkan ilmu sosial humaniora. Ia mencontohkan, ilmu sosial humaniora salah satunya penting untuk memastikan penerapan dan hilirisasi temuan sains dan teknologi bisa membawa perubahan yang terukur dan diterima masyarakat.

"Meskipun memang saat ini kita perlu akui bahwa memang kita kekurangan talenta di bidang STEM. Di berbagai negara maju itu talenta STEM-nya sudah di atas 30-40 persen, kita masih kurang dari 20 persen, jadi kita perlu push ke sana tapi bukan berarti kita menomorduakan yang sosial," katanya di SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta, Senin (22/6/2026), dilansir dari Antara.

Persentase Negara dengan Lulusan STEM Versi UNESCO

Data UNESCO Institute for Statistic (UIS) Dynamic template berdasarkan UIS Education Survei di laman resminya mencatatkan persentase talenta STEM di Indonesia terakhir pada 2018.

Berdasarkan data tersebut, persentase talenta STEM di Indonesia yakni sebanyak 19,42 persen.

Sementara itu, berdasarkan data terakhir masing-masing negara, berikut gambaran persentase lulusan STEM di berbagai negara:

  • Brunei Darussalam: 35,86 persen (2023)
  • Kamboja: 23,20 persen (2019)
  • Kanada: 25,13 persen (2023)
  • Finlandia: 29,25 persen (2023)
  • Prancis: 24,55 persen (2023)
  • Jerman: 35,76 persen (2024)
  • India: 27,09 persen (2023)
  • Indonesia: 19,42 persen (2018)
  • Italia: 23,35 persen (2023)
  • Malaysia: 35,08 persen (2024)
  • Myanmar: 33,67 persen (2018)
  • Rusia: 31,36 persen (2019)
  • Thailand: 30,50 persen (2025)
  • Tunisia: 37,93 persen (2023)
  • Turki: 17,44 persen (2023)
  • Uni Emirat Arab: 36,45 persen (2024)
  • UK: 22,83 persen (2023)
  • Amerika Serikat: 21,77 persen (2023)
  • Vietnam: 22,68 persen (2016).

Apakah detikers tertarik kuliah STEM?



Simak Video "Video Komisi X DPR ingin Beasiswa PTN-PTS Terbuka Lebar Bagi Siswa RI"


(twu/nah)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork