10 Cara Unik Sekolah di Dunia Didik Siswa, Ada Kelas di Hutan-Atas Kapal

ADVERTISEMENT

10 Cara Unik Sekolah di Dunia Didik Siswa, Ada Kelas di Hutan-Atas Kapal

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 22 Jun 2026 09:45 WIB
Ilustrasi anak sekolah TK, SD, siswa siswi
Ilustrasi siswa. Foto: Freepik
Jakarta -

Sekolah umumnya identik dengan aktivitas belajar di ruang kelas, diskusi kelompok, membaca buku menjelang ujian, hingga mengikuti pelajaran olahraga yang dijadwalkan setiap pekan. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi bagian dari rutinitas yang lazim dijumpai di lingkungan pendidikan.

Hanya saja, sejumlah sekolah di berbagai negara memilih menerapkan pendekatan pembelajaran yang berbeda dari kebiasaan pada umumnya. Melalui metode yang inovatif, sekolah-sekolah tersebut menghadirkan suasana belajar yang lebih menarik dan memberi pengalaman baru bagi peserta didik.

Mengutip World Atlas, berikut sejumlah contoh sistem pembelajaran unik yang diterapkan di berbagai negara. Siapa tahu bisa menjadi inspirasi bagi para guru dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan efektif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Contoh Cara Unik Sekolah dalam Mendidik Siswa

1. Belajar Bilingual

Di Filipina, menggunakan lebih dari dua bahasa selama belajar menjadi kebijakan nasional yang diterapkan di sekolah. Pendidikan bilingual ini diterapkan dalam pelajaran sains, soshum maupun matematika.

Terkadang bahasa Filipina, terkadang bahasa Inggris, dan terkadang bahasa ibu. Biasanya, kelas awal dimulai dengan bahasa ibu lalu beralih ke bahasa lainnya.

ADVERTISEMENT

2. Kelas di Antara Pepohonan

Ada sekolah di Skandinavia dan Jerman yang mengajak siswa belajar di luar ruangan. Seperti di antara pepohonan atau sampai di kubangan lumpur.

Tujuan pembelajaran ini adalah untuk belajar ketahanan, keterampilan motorik, dan fokus lewat fisik nyata. Metode pembelajaran ini sudah dicontoh juga oleh sekolah di Swiss, Denmark hingga Norwegia.

3. Sekolah Mengapung

Bayangkan belajar di atas perahu di sebuah danau. Ini adalah cara sekolah di Bangladesh dalam mengajarkan siswa soal geografi.

Sebuah organisasi nirlaba Shidhulai Swanirvar Sangstha mengoperasikan armada perahu bertenaga surya yang berfungsi sebagai ruang kelas. Bahkan, kini sudah ada puluhan kapal yang mengangkut ribuan siswa.

4. Tak Bawa Bekal Makan

Bekal makan siang mungkin merupakan sesuatu yang perlu dibawa siswa di beberapa sekolah, khususna sekolah di Amerika Serikat. Namun, di Prancis justru bekal makan tidak dianjurkan.

Namun, mereka sudah dijamin karena makanan yang disajikan oleh sekolah. Mereka bisa mengambilnya sendiri dan belajar menyajikan serta memilah makanan yang baik.

5. Berseragam

Seragam memang bukanlah hal baru. Namun, jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah Amerika Serikat, sistem ini sangat berbeda.

Seragam bisa membuat persamaan siswa selama di sekolah, tanpa membedakan status sosial. Termasuk di Indonesia, tradisi berseragam ini sudah menjadi ketentuan resmi bagi sekolah negeri.

6. Belajar di Peron Kereta Api

Bayangkan jika siswa belajar di peron kereta api, bukannya akan berisik? Namun, cara ini dilakukan beberapa sekolah di India untuk menekan angka putus sekolah.

Banyak anak di wilayah jalur kereta api yang enggan bersekolah. Sehingga mau tidak mau para guru yang menghampiri anak-anak di peron-peron kereta api. Anak-anak di sana biasanya mengemis atau berjualan.

7. Belajar Kesetaraan Gender

Belajar kesetaraan gender ternyata bisa diterapkan langsung dalam keseharian siswa. Misalnya seperti yang diterapkan oleh sekolah di Swedia.

Sejumlah sekolah menggunakan kata ganti netral gender. Kata ganti netral gender "hen," sebuah kata yang diciptakan untuk berdampingan dengan "han" (laki-laki) dan "hon" (perempuan) dan ditambahkan ke kamus resmi Swedia pada tahun 2015.

Bahkan, guru menghindari mengarahkan anak-anak ke mainan, aktivitas, atau harapan yang terkait dengan gender. Mereka menggabungkan pendekatan itu dengan penekanan kuat pada literasi emosional dan kesehatan mental.

8. Ekspedisi di Atas Kapal

Ada sekolah di atas kapal bagi anak-anak di Kanada dan Norwegia. Kapal ini akan membawa anak-anak melihat kapal pemecah es, beruang kutub, paus beluga hingga rusa kutub.

Alih-alih memperlakukan Arktik sebagai kesulitan yang harus diatasi, sistem ini mengintegrasikan lanskap dan budaya aslinya langsung ke dalam kurikulum.

9. Sedikit PR

Negara dengan sistem pendidikan terbaik seperti Finlandia ternyata punya rahasia dalam membentuk kecerdasan anak. Salah satunya dengan tidak memberi mereka banyak pekerjaan rumah (PR).

Selain itu, hari-hari sekolah di sana lebih singkat, waktu istirahat yang cukup, dan tenaga pendidik yang lebih terlatih.

10. Tak Ada Tim Olahraga

Biasanya, sekolah memiliki semacam klub olahraga baik itu sepakbola atau basket. Namun, di beberapa sekolah ternyata peniadaan klub olahraga dinilai lebih baik.

Hal itu bertujuan agar sekolah lebih fokus untuk akademis. Adapun klub olahraga akan dikelola oleh organisasi atau komunitas di luar sekolah.

Menurut detikers, sistem pembelajaran mana yang paling menarik dan cocok diterapkan di Indonesia?



(cyu/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads