Proyeksi Terbaru PBB Ingatkan Suhu 5 Tahun Lagi Bisa Pecah Rekor

ADVERTISEMENT

Proyeksi Terbaru PBB Ingatkan Suhu 5 Tahun Lagi Bisa Pecah Rekor

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 31 Mei 2026 19:00 WIB
Cuaca Panas
Foto: Getty Images/iStockphoto/PonyWang/Ilustrasi cuaca panas.
Jakarta -

Saat ini, cuaca di berbagai belahan dunia, khususnya saat musim kemarau, terasa sangat terik dan panas. Namun, barangkali itu masih belum apa-apa.

Pasalnya, proyeksi iklim yang baru dari PBB menyebut dalam lima tahun ke depan, Bumi kemungkinan besar akan melampaui ambang batas iklim internasional, yang ditetapkan sebagai batas aman dan memecahkan rekor tahun terpanasnya.

Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO) juga memperkirakan Arktik akan memanas hampir 3 derajat Fahrenheit (1,66 derajat Celsius) antara sekarang dan 2030. Selain itu, diprediksi terjadi kekeringan berbahaya dengan potensi kebakaran hutan di Amazon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Akibat Bumi Makin Panas?

Para ilmuwan mengatakan bumi yang lebih panas akibat pembakaran batu bara, minyak, dan gas mendorong cuaca ekstrem yang lebih sering terjadi, termasuk banjir, kekeringan, dan gelombang panas.

Proyeksi dari badan iklim PBB dan Kantor Meteorologi Inggris menyatakan ada kemungkinan 75% bahwa suhu global rata-rata antara 2026 dan 2030 akan lebih dari 1,5 derajat Celsius (2,7 derajat Fahrenheit) dibandingkan dengan masa pra-industri. Ambang batas tersebut adalah batas pemanasan yang disepakati dan ditetapkan pada 2015 melalui Perjanjian Iklim Paris.

ADVERTISEMENT

Sebuah laporan ilmiah PBB beberapa tahun kemudian merinci bagaimana melebihi angka 1,5 derajat mengarah pada tingkat kematian yang lebih tinggi, bahaya, dan hilangnya spesies. Meskipun hanya beberapa persepuluh derajat, beberapa ekosistem planet, seperti terumbu karang dan gletser, tidak dapat menahan tekanan tersebut.

Dikutip dari AP News, ada kemungkinan 91% bahwa setidaknya satu dari lima tahun ke depan akan melampaui ambang batas 1,5 derajat. Berdasarkan laporan WMO, juga ada kemungkinan 86% bahwa salah satu tahun tersebut akan memecahkan rekor tahun terpanas di Bumi yang ditetapkan pada 2024.

WMO memproyeksikan bahwa setiap tahun antara sekarang dan 2030 akan berada di antara 1,3 derajat Celsius (2,3 derajat Fahrenheit) dan 1,9 derajat Celsius (3,4 derajat Fahrenheit) sejak akhir 1800-an.

"Penting untuk dicatat bahwa (1,5) bukanlah semacam jurang yang akan membuat kita jatuh," kata salah satu penulis laporan, Melissa Seabrook, seorang ilmuwan iklim di Kantor Meteorologi Inggris.

"Setiap kenaikan 0,1 derajat memiliki dampak yang semakin parah," ujarnya.




(nah/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads