×
Ad

Apa Itu Restraining Box yang Digunakan untuk Penyembelihan Sapi? Ini Karya Dosen UGM

fahri zulfikar - detikEdu
Selasa, 26 Mei 2026 19:00 WIB
Foto: Fakultas Peternakan UGM/Prof Ir Panjono/Dosen Fakultas Peternakan UGM dan timnya mengembangkan alat perebah sapi (restraining box) yang efektif untuk proses penyembelihan hewan kurban.
Jakarta -

Proses penyembelihan sapi sebagai hewan kurban di banyak tempat masih membutuhkan banyak orang. Namun, dengan inovasi dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), proses penyembelihan sapi bisa lebih efektif secara waktu dan tenaga. Pakai apa?

Cara tradisional dalam merobohkan sapi sebelum disembelih biasanya dilakukan dengan bambu atau tali temali. Cara ini cenderung membanting sapi dengan kasar.

Hal ini kemudian melatarbelakangi dosen Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Prof Ir Panjono, SPt, MP, PhD, dan tim mengembangkan alat perebah sapi atau portable restraining box bernama Gama Abilawa. Tujuannya agar proses penyembelihan hewan lebih nyaman bagi hewan.

"Pengerjaannya (menyembelih) lebih mudah dan ternaknya lebih nyaman (karena tidak mengalami penderitaan yang berlebihan)," ujarnya kepada detikEdu, Selasa (26/6/2026).

Apa Itu Restraining Box?

Restraining box merupakan alat untuk merobohkan sapi yang biasa digunakan di tempat pemotongan hewan. Selama ini, di tingkat masyarakat seperti saat momen kurban, masih banyak yang belum memiliki restraining box atau bahkan belum mengetahuinya.

Di beberapa kasus, banyak sapi mengamuk sebelum dirobohkan paksa dan mencelakakan petugas penyembelihan. Namun, dengan restraining box, sapi bisa lebih diperlakukan dengan nyaman sebelum disembelih.

Proses penyembelihan sapi dengan alat ini juga relatif cepat, hanya sekitar 3 menit. Caranya dengan memasukkan sapi ke dalam kotak (alat), pintu ditutup, kemudian diputar secara manual sampai posisi sapi sesuai dengan posisi penyembelihan.

Dosen Fakultas Peternakan UGM dan timnya mengembangkan alat perebah sapi (restraining box) yang efektif untuk proses penyembelihan hewan kurban. Foto: Fakultas Peternakan UGM/Prof Ir Panjono


Portable restraining box gagasan tim dosen Fapet UGM telah dikembangkan sejak 2019. Sampai saat ini, alat masih terus dikembangkan berdasarkan evaluasi lapangan.

Mampu Mempercepat Proses Pemotongan

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan tim, penggunaan alat ini mampu mempercepat proses pemotongan hingga 52,5 persen. Selain itu, penggunaan portable restraining box juga menurunkan secara signifikan jumlah personel yang terlibat dalam proses penyembelihan.

"Jika sebelumnya proses perebahan dan penanganan sapi memerlukan banyak orang, kini cukup ditangani sekitar lima personel dengan risiko yang lebih rendah," ujar Prof Panjono.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa portable restraining box mampu meningkatkan efisiensi proses pemotongan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ternak. Tingkat stres sapi dapat ditekan sehingga kualitas daging menjadi lebih terjamin," imbuhnya.

Prof Panjono mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang menggunakan cara tradisional. Menurutnya, itu disebabkan karena mungkin belum mengetahui adanya alternatif penggunaan peralatan yang mempermudah pekerjaan dan mengurangi tingkat stres ternak.

Di sisi lain, beberapa masyarakat juga mempunyai sudut pandang yang berbeda terhadap kesejahteraan ternak dan faktor belum mempunyai dana untuk pembuatan alat.

Meski begitu, portable restraining box masih digunakan setiap tahunnya. Beberapa kelompok masyarakat bahkan membuat alat perebah sapi sesuai kebutuhan masing-masing.

"Hampir setiap tahun ada panitia (penyembelihan kurban) yang meminjam. Beberapa yang lain melihat dan mengamati, kemudian membuat sendiri sesuai kebutuhan masing-masing," pungkasnya.



Simak Video "Video: Ga Usah Rebutan! Stok Hewan Kurban 2026 Surplus 891 Ribu Ekor"

(faz/pal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork