Nggak Cuma Satu, Prabowo Ternyata Pilih 2 Sapi Kurban Asal Lamongan

Nggak Cuma Satu, Prabowo Ternyata Pilih 2 Sapi Kurban Asal Lamongan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Jumat, 15 Mei 2026 20:30 WIB
Satu lagi sapi kurban yang dipilih Prabowo dari Lamongan.
Satu lagi sapi kurban yang dipilih Prabowo dari Lamongan. (Foto: Istimewa)
Lamongan -

Tidak hanya satu, Presiden Prabowo Subianto ternyata membeli 2 ekor sapi berukuran besar dari peternak di Lamongan. Kedua sapi tersebut disiapkan untuk hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan, Sofiah Nur Hayati mengatakan, sapi pertama yang milik H Suwignyo, peternaj yang berasal dari Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu. Satu ekor lainnya adalah sapi milik seorang peternak dari Kecamatan Solokuro.

"Ada 2 ekor sapi jumbo atau berukuran besar milik peternak asal Lamongan yang dibeli Presiden RI Prabowo Subianto, yang disiapkan untuk hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi," kata Sofiah Nur Hayati kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sapi dari Kecamatan Solokuro, terang Sofiah, berasal dari Udin yang merupakan peternak sapi yang berasal dari Desa Bluri, Kecamatan Solokuro. Sapi kedua ini, lanjut Sofiah, merupakan jenis sapi Peranakan Ongole (PO) dengan berat mencapai 1,05 ton.

"Kedua sapi tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai hewan kurban Presiden," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Tim dari Disnakeswan Lamongan, imbuh Sofiah, sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan kondisi ternak secara menyeluruh. Sapi dari peternak asal Desa Bluri untuk kurban di tingkat provinsi.

"Keduanya dinyatakan sehat dan memenuhi syarat syariat sebagai hewan kurban," tegasnya.

Pemilihan sapi asal Lamongan ini merupakan buah dari pengawasan konsisten Disnakeswan terhadap lalu lintas ternak. Menjelang Idul Adha 2026, pemerintah daerah juga terus menggencarkan sosialisasi terkait tata cara penyembelihan hewan kurban yang halal dan higienis.

Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan para Juru Sembelih Halal (Juleha), guna memberikan edukasi kepada masyarakat dan panitia kurban. Langkah tersebut bertujuan agar proses penyembelihan tidak hanya memenuhi syariat Islam, tetapi juga standar kesehatan masyarakat veteriner serta prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).




(abq/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads