Kenaikan Yesus Kristus 14 Mei, Apa Bedanya dengan Paskah?

ADVERTISEMENT

Kenaikan Yesus Kristus 14 Mei, Apa Bedanya dengan Paskah?

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Rabu, 13 Mei 2026 19:30 WIB
Ayat Alkitab tentang Kenaikan Yesus Kristus
Foto: Gemini AI
Jakarta -

Tak terasa, sebentar lagi umat Kristiani di seluruh dunia akan memperingati hari Kenaikan Yesus Kristus. Momen ini merupakan salah satu hari besar penting yang diperingati setelah rangkaian perayaan Paskah selesai.

Pada tahun 2026 ini, peringatan Kenaikan Yesus Kristus jatuh pada hari Kamis (14/5/2026). Meskipun keduanya merupakan peristiwa penting dalam perjalanan Yesus Kristus, masih banyak yang kerap bingung membedakan makna di balik kedua hari besar tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apa sebenarnya perbedaan antara Kenaikan Yesus Kristus dan Hari Paskah?

Alasan Kenaikan Yesus Kristus Menjadi Perayaan

Kenaikan Yesus Kristus dimaknai sebagai peristiwa kembalinya Yesus ke surga setelah menyelesaikan misi pelayanan-Nya di bumi. Adapun momen ini melambangkan kemuliaan-Nya yang sempurna, sekaligus menjadi jaminan bagi umat Kristiani akan tujuan akhir perjalanan hidup.

ADVERTISEMENT

Meskipun sering kali dipandang sebagai sebuah perpisahan, makna Kenaikan terus diperingati secara khidmat sebagai simbol pengharapan akan janji surgawi. Bagi umat Kristiani, Kenaikan tetap menjadi momen suci untuk merayakan pembukaan gerbang kehidupan kekal di surga.

Dilansir Vatican News, peristiwa Kenaikan Yesus Kristus merupakan momen yang memberikan jaminan bagi umat beriman mengenai tujuan akhir perjalanan hidup. Menurut narasi teologisnya, Yesus tidak hanya datang untuk memberikan cara hidup yang baru, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa puncak kehidupan manusia adalah persatuan kembali dengan Sang Pencipta.

Kala itu, peristiwa ini menjadi titik balik di mana segala hal di dunia, termasuk penderitaan dan momen-momen kontradiktif, mendapatkan makna yang baru. Seiring waktu, pemaknaan ini terus dihayati sebagai pengingat bahwa tantangan di dunia bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah jalan menuju kemuliaan yang telah dipelopori oleh Yesus.

Meskipun Kenaikan secara fisik menandai berakhirnya kehadiran Yesus secara kasat mata, umat Kristiani tidak memaknainya sebagai sebuah perpisahan yang meninggalkan kesedihan.

Sebaliknya, peristiwa ini dipandang sebagai perubahan cara berada Yesus yang kini hadir secara rohani dan universal, melampaui batasan ruang serta waktu untuk senantiasa menyertai seluruh umat-Nya.

Makna Kenaikan Yesus Kristus

Dalam teks Kisah Para Rasul, disebutkan bahwa Yesus 'terangkat' ke surga. Penggunaan kata ini menekankan bahwa peristiwa tersebut adalah tindakan Allah. Sebuah awan kemudian menutupi-Nya dari pandangan para murid, yang secara historis mengingatkan pada simbol kehadiran Allah di Gunung Sinai (Kel. 24:15) dan saat Transfigurasi (Mrk. 9:7).

Perlu dipahami bahwa Kenaikan Yesus bukanlah sebuah 'perpisahan' secara fisik yang meninggalkan kesedihan, melainkan sukacita yang besar. Hal ini dikarenakan pintu surga dan kehidupan kekal telah terbuka.

Dalam teologi Kristiani, Kenaikan Yesus memberikan orientasi dan tujuan baru bagi cara hidup manusia. Yesus tidak hanya datang untuk mengajarkan cara hidup yang baik, tetapi juga menunjukkan ke mana arah hidup tersebut akan bermuara.

Melalui peristiwa ini, segala hal di dunia, termasuk momen-momen sulit dan kontradiktif, mendapatkan makna yang baru. Peristiwa Kenaikan meyakinkan umat bahwa dunia ini adalah jalan menuju surga, dan setiap tindakan manusia dapat menjadi persembahan yang menyenangkan bagi Allah.

Kenaikan Yesus dalam tubuh dan jiwa juga menegaskan bahwa hidup manusia, termasuk tubuh fisik, bukanlah penghalang untuk mencapai surga. Justru, tubuh dan segala aspek kehidupan di dunia merupakan sarana untuk mencapai kemuliaan bersama Bapa.

Karena Yesus telah mati, bangkit (Paskah), dan kini naik ke surga (Kenaikan), maka gerbang kehidupan kekal telah terbuka bagi manusia. Umat Kristiani memiliki kepastian bahwa jika Yesus telah bangkit dan naik ke surga.

Perbedaan Kenaikan Yesus Kristus dan Hari Paskah

Meskipun keduanya merupakan rangkaian peristiwa besar dalam iman Kristiani, Paskah dan Kenaikan memiliki makna yang berbeda namun saling melengkapi.

Hari Paskah dirayakan sebagai momen kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban. Fokus utama Paskah adalah kemenangan atas maut dan janji kehidupan baru.

Sementara itu, Kenaikan Yesus Kristus yang diperingati 40 hari setelah Paskah, menandai selesainya misi pelayanan Yesus di bumi secara fisik. Jika Paskah adalah tentang 'kebangkitan', maka Kenaikan adalah tentang 'kepulangan' Yesus kepada Bapa di surga untuk memuliakan kemanusiaan dan membuka jalan bagi umat-Nya.

Melalui Kenaikan, Yesus tidak meninggalkan manusia, melainkan memulai 'cara keberadaan yang baru'. Ia tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu seperti saat di dunia, sehingga ia bisa menyertai umat-Nya senantiasa sampai akhir zaman.

Merayakan Kenaikan Yesus Kristus di Indonesia

Umat Kristiani di Indonesia akan merayakan hari Kenaikan Yesus Kristus, yang menandai momen kembalinya Yesus ke surga setelah menyelesaikan misi pelayanan-Nya di bumi.

Berdasarkan kalender liturgi Kristen-Katolik, hari Kenaikan Yesus Kristus pada 2026 akan jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026. Berikut jadwal misa dan ibadah di beberapa gereja ikonik di Jakarta:

Gereja Katedral Jakarta

Misa Pagi: 08.30 WIB (Live streaming)

Misa Siang: 11.00 WIB

Misa Sore: 16.30 WIB (Live streaming)

Misa Malam: 19.00 WIB

(Catatan: Umat dapat mengikuti misa tanpa perlu melakukan registrasi terlebih dahulu)

GPIB Immanuel Jakarta

Ibadah I: 06.00 WIB

Ibadah II: 09.00 WIB

Ibadah III: 16.00 WIB (Layanan Bahasa Inggris)

Ibadah IV: 18.00 WIB

Gereja Santa Maria de Fatima

Misa Pagi: 07.30 WIB

Misa Pagi: 09.00 WIB

GPIB Pniel Jakarta

Ibadah GPIB Pniel, Pasar Baru: 09.00 WIB (Live streaming)

Ibadah Pos Pel El-Betel, Sunter: 07.00 WIB



(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads