Spesies baru koala purba teridentifikasi di Australia Barat. Bernama ilmiah Phascolarctos sulcomaxilliaris, spesies ini teridentifikasi dari fosil yang ditemukan sekitar seabad lalu.
Meskipun sudah lama ditemukan, fosil koala purba ini semula dikira termasuk spesies Phascolarctos cinereus dari kawasan pesisir timur yang masih hidup hingga kini, dilansir dari laman Western Australian Museum (WAM).
Mengungkap Identitas Asli Koala Purba
Fosil tengkorak koala purba tersebut semula ditemukan di Gua Moondyne di kawasan Margaret River. Fosil tersebut disumbangkan oleh Lindsay Hatcher, mendiang penjelajah gua.
Setelah menjadi koleksi museum lebih dari seabad, peneliti Dr Kenny Travouillon tergerak untuk memeriksa kembali temuan ini. Menurutnya para peneliti, fosil tersebut menunjukkan fitur anatomi unik.
"Fosil tersebut menunjukkan karakteristik yang tidak kita lihat pada koala modern, yang mendorong penyelidikan lebih lanjut," kata Travouillon, yang merupakan Kurator Mamalia WAM, serta Adjunct Research Fellow di Sekolah Ilmu Bumi dan Planet Curtin University.
Tim peneliti WAM dan Murdoch University kemudian menganalisis 98 tulang dari spesimen fosil koleksi museum.
Berdasarkan perbandingan antara tulang tengkorak, gigi, dan tulang pascakranial dengan kerangka koala modern dari koleksi museum di pantai timur Australia, mereka mendapati, fosil koala ini punya perbedaan yang mencolok dan terukur. Dari situ peneliti mengetahui, fosil yang mereka teliti berasal dari spesies baru.
Bibir Sangat Besar
Hasil studi menunjukkan, koala purba ini punya lekukan dalam di tulang pipi. Lekukan ini menampung otot wajah yang besar.
Ciri-ciri tersebut mengindikasikan koala purba ini kemungkinan punya bibir sangat besar dan fleksibel. Peneliti memperkirakan, fungsinya mungkin untuk bantu makan daun eukaliptus.
"Atau mungkin untuk melebarkan lubang hidungnya, sehingga bisa meningkatkan indra penciumannya dan mendeteksi makanan dari jarak yang lebih jauh," terang Travouillon.
Ia menambahkan, dari temuan peneliti, koala purba ini kemungkinan lebih jarang pindah pohon.
"Kerangka tubuhnya kemungkinan kurang lincah dibandingkan koala modern dan mungkin menghabiskan lebih sedikit waktu untuk berpindah antar pohon," imbuhnya.
Koala dari 28.000 Tahun Lalu yang Punah
Fosil Phascolarctos sulcomaxilliaris ditemukan di banyak endapan gua di seluruh wilayah selatan Australia Barat. Termasuk di antaranya yakni di Dataran Roe, situs-situs di Yanchep, dan Margaret River sendiri.
Temuan tersebut menunjukkan, koala purba ini dulu mendiami wilayah yang jauh lebih luas daripada yang sebelumnya diketahui.
Sementara itu, penanggalan radiometrik di University of Queensland menunjukkan koala purba ini punah sekitar 28.000 tahun yang lalu.
Peneliti memperkirakan, P. sulcomaxilliaris punah karena pengaruh pertisiwa iklim dan kehilangan habitat di hutan eukaliptus. Kondisi ini berdampak pada kurangnya sumber makanan sekaligus tempat berlindung.
"Periode tersebut bertepatan dengan peristiwa iklim besar di akhir Pleistosen, yang mana hutan eukaliptus menyusut hingga sekitar lima persen dari luasnya saat ini," ucap Travouillon.
"Dengan berkurangnya makanan dan tempat berlindung secara drastis, koala di wilayah tersebut kemungkinan menghadapi kehilangan habitat yang parah, yang menyebabkan kepunahan spesies unik ini," imbuhnya.
Hasil studi dipublikasi dengan judul "The New fossil koala (Marsupialia: Phascolarctidae) from the Pleistocene of Western Australia" oleh Royal Society Open Science, London, 6 Mei 2026 (https://doi.org/10.1098/rsos.251572).
Simak Video "Jelajahi Keindahan Menakjubkan Redwood Forest di Australia"
(twu/nah)