Fosil di Jepang Ungkap Spesies Baru Dinosaurus Berperisai

Kabar Internasional

Fosil di Jepang Ungkap Spesies Baru Dinosaurus Berperisai

Kalila Untsa - detikJabar
Minggu, 30 Agu 2026 22:30 WIB
Nipponopelta yezoensis.
Nipponopelta yezoensis. (Foto: TotalDino via Sci.News)
Jakarta -

Jauh sebelum dikenal sebagai negara maju, wilayah Jepang merupakan habitat berbagai makhluk purba. Hingga Agustus 2026, ribuan spesimen fosil dinosaurus telah teridentifikasi di sedikitnya 17 prefektur, mempertegas kekayaan sejarah geologi kawasan ini.

Fukui memang populer sebagai pusat penemuan fosil, namun temuan krusial juga muncul dari wilayah lain seperti Hokkaido, Iwate, hingga Nagasaki. Salah satu yang paling menarik adalah fragmen fosil dari Kota Yubari, Hokkaido, yang ditemukan pada 2005. Saat itu, temuan hanya berupa sebagian tengkorak, satu ruas tulang belakang, dan beberapa gigi yang identitasnya sempat menjadi teka-teki selama bertahun-tahun.

Awalnya, sebagaimana dilansir dari detikEdu, fosil ini dikategorikan sebagai nodosaurid, bagian dari kelompok ankylosaurus. Namun, kepastian taksonominya baru terpecahkan setelah peneliti Hokkaido University, Shumpei Oyabu, bersama tim gabungan dari Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat melakukan peninjauan ulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim peneliti memanfaatkan pemindaian tiga dimensi (3D) untuk mengamati bagian tengkorak yang sulit diakses secara manual, termasuk rahang bawah, gigi utuh, dan telinga bagian dalam. Hasilnya, mereka mengonfirmasi bahwa ini adalah spesies baru yang diberi nama Nipponopelta yezoensis.

ADVERTISEMENT

Analisis hubungan evolusioner menunjukkan fakta mengejutkan: Nipponopelta yezoensis merupakan keturunan nodosaurid yang memiliki kaitan erat dengan spesies di Amerika Utara dan Eropa, berbeda dengan kelompok nodosaurid yang selama ini ditemukan di daratan Asia.

Dalam studi berjudul A new nodosaurid ankylosaur (Dinosauria: Ornithischia) from the Upper Cretaceous Hikagenosawa Formation in Japan reveals dispersal pattern of Asian nodosaurid ankylosaurs, para ahli juga menggarisbawahi kelangkaan kelompok ini di Asia.

"Di Asia, nodosaurid terutama ditemukan pada masa pertengahan Cretaceous di Jepang dan Tiongkok. Kelimpahannya jauh lebih kecil daripada nodosaurid di Amerika Utara dan Eropa," tulis peneliti dalam laporan studinya.

Selain silsilah, penelitian ini mengungkap habitat unik sang dinosaurus berperisai. Berbeda dengan citra umum dinosaurus sebagai penghuni hutan pedalaman, Nipponopelta yezoensis justru hidup di kawasan pesisir.

Analisis geografis menunjukkan bahwa meskipun ankylosaurus umumnya berpindah ke pedalaman, spesies ini tetap memilih habitat dekat laut. Hal ini diperkuat dengan lokasi penemuan fosil di Formasi Hikagenosawa, yang pada periode Cretaceous merupakan wilayah endapan laut.

"Preferensi terhadap lingkungan pesisir ini memainkan peran penting dalam pola penyebarannya di berbagai wilayah," tulis peneliti.

Penemuan ini membuktikan bahwa fragmen fosil yang ditemukan dua dekade lalu mampu mengungkap narasi besar mengenai spesies baru, pola migrasi antarbenua, hingga adaptasi unik dinosaurus di garis pantai masa purba.


Artikel ini sudah tayang di detikEdu



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads