Survei dari perusahaan konsultan manajemen asal Amerika Serikat, McKinsey, pada 2024 menunjukkan bahwa generasi Z (gen Z) disebut lebih rentan terhadap belanja impulsif dibandingkan dengan generasi lain. Gen Z dilaporkan cenderung memanjakan diri dengan membeli sesuatu.
Fenomena belanja impulsif yang dilakukan Gen Z dikenal dengan doom spending. Ini terjadi ketika seseorang memilih berbelanja untuk mengatasi rasa pesimisme mereka tentang ekonomi, politik, atau masalah lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut survei tersebut, Gen Z dan milenial lebih rentan belanja impulsif meskipun kekayaan mereka rata-rata berada di bawah generasi sebelumnya.
Gen Z Cenderung Beli Makan di Luar dan Belanja Barang
Saat doom spending, Gen Z cenderung memanjakan diri dengan makan di luar, belanja pakaian, produk kecantikan, dan perhiasan. Mereka juga menikmati berbelanja secara berlebihan demi pengalaman.
Kendati demikian, Gen Z hanya berbelanja jika mereka melihat nilai dari barang atau jasa tersebut. Nilai ini kemungkinan didasarkan pada citra budaya dari pembelian tersebut, yang kemudian dapat dipamerkan di media sosial.
Mengapa Gen Z Melakukan Doom Spending?
Untuk membongkar fenomena ini, Journal of Management and Islamic Finance mempublikasikan sebuah studi pada 26 Desember 2025 berjudul "Doom Spending Among Generation Z: An Analysis of Impulsive Buying Behavior on E-Commerce Platforms.".
Studi tersebut menemukan bahwa doom spending dipengaruhi oleh dorongan emosional dan tekanan sosial. Gen Z memandang belanja tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan, tetapi juga sebagai bentuk hiburan dan partisipasi sosial.
Kecenderungan untuk melakukan pembelian spontan sering dipicu oleh pencarian kesenangan sesaat atau keinginan untuk mengikuti tren terkini di lingkungan mereka. Kecepatan informasi di media sosial juga membuat Gen Z sangat responsif terhadap pengaruh lingkungan sekitar.
"Dalam kondisi ini, keputusan pembelian tidak selalu melibatkan pertimbangan rasional, tetapi lebih didorong oleh emosi dan koneksi sosial," tulis para penulis dalam studi tersebut, dikutip Jumat (8/5/2026).
Dorong Literasi Keuangan Untuk Gen Z
Para penulis studi mendorong perlunya meningkatkan kesadaran untuk mengelola perilaku konsumsi dengan bijak. Literasi keuangan perlu mencakup kemampuan merencanakan belanja, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta mengelola dorongan emosional.
Selain itu, pelatihan soft skill seperti pengendalian diri dan pengambilan keputusan yang reflektif dapat membantu Gen Z menahan keinginan untuk melakukan pembelian impulsif yang merugikan diri mereka sendiri dalam jangka panjang.
"Dengan membekali Generasi Z dengan keterampilan ini, mereka dapat menjadi konsumen yang lebih kritis dan sadar dalam berbelanja," tulis peneliti.
(nir/faz)











































