Bulan Tidak Menghasilkan Cahaya, Kenapa Bisa Bersinar Terang?

ADVERTISEMENT

Bulan Tidak Menghasilkan Cahaya, Kenapa Bisa Bersinar Terang?

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Rabu, 06 Mei 2026 20:30 WIB
A couple and their daughter use a telescope to observe the last supermoon of 2025, known as the Cold Moon, in Aguimes, on the island of Gran Canaria, Spain, December 4, 2025. REUTERS/Borja Suarez     TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: REUTERS/Borja Suarez/Supermoon 2025 di Spanyol
Jakarta -

Sinar Bulan tampak sangat terang pada malam hari. Namun, tahukah detikers Bulan tak bisa menghasilkan cahaya meski tampak bersinar? Lalu, dari mana asal sinarnya?

Bulan merupakan objek langit yang tidak bisa menghasilkan cahaya sendiri. Satelit alami Bumi tersebut bisa bersinar karena memantulkan cahaya dari Matahari.

Jadi, sinar yang sampai ke Bumi pada malam hari sebenarnya adalah cahaya Matahari yang dipantulkan oleh Bulan. Sebagai analogi, ini mirip dengan cermin yang akan bersinar ketika terkena sorotan lampu. Meski bersinar, cermin tidak bisa menghasilkan cahaya karena itu berasal dari lampu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bulan Termasuk Pemantul Cahaya yang Buruk

Mengutip Universe Today, para astronot mengatakan bahwa permukaan Bulan berwarna abu-abu gelap seperti trotoar. Permukaannya bergelombang karena terdiri dari kawah-kawah, dan hanya mampu memantulkan sekitar 3 hingga 12 persen dari cahaya yang diterimanya.

Selain itu, dalam laman resmi NASA juga disebutkan bahwa sebagian besar permukaan Bulan didominasi oleh batuan dan terdapat gunung berapi seperti di bumi. Oleh sebab itu, Bulan memiliki batuan vulkanik hasil aliran lava purba dan material gelap yang dapat menyerap cahaya.

ADVERTISEMENT

Maka dari itu, Bulan hanya dapat memantulkan cahaya dari Matahari dan tidak menghasilkannya sama sekali. Dilansir dari Biology Insight, pantulan tersebut diatur oleh albedoβ€”sifat terukur yang menggambarkan seberapa banyak cahaya yang dipantulkan dari suatu permukaan.

Alasan Bulan Tampak Bercahaya pada Malam Hari

Saat cahaya dari Matahari sampai ke Bulan, akan terjadi refleksi cahaya. Namun, perlu diingat bahwa permukaan Bulan tidak seluruhnya bersifat reflektif.

Artinya, Bulan yang tampak terang pada malam hari bukan hanya karena pantulan cahaya, tetapi juga terjadi kontras tajam terhadap kegelapan di luar angkasa. Itulah yang membuat Bulan tampak bersinar dalam gelapnya malam.

Satelit alami Bumi itu tidak banyak mengarahkan cahaya ke Bumi, hanya memantulkan sebagian kecil cahaya intens. Bahkan, Bulan hanya mampu memantulkan sebagian kecil cahaya yang diterimanya dan menyerap sebagian besar sisanya sebagai panas.

Untuk sampai ke Bumi, cahaya yang dipantulkan oleh Bulan memerlukan sekitar 1,26 detik untuk menembus atmosfer. Selain itu, Bulan juga mengalami siang dan malam seperti Bumi. Saat satu bagiannya tampak terang, bagian lainnya sedang mengalami kegelapan.

Posisi Orbit dan Fase Bulan

Perubahan bentuk permukaan Bulan yang tampak, sebenarnya bergantung pada siklus orbit yang disebut fase. Fase adalah perubahan visual yang dihasilkan oleh posisi Bulan yang mengitari Bumi.

Oleh sebab itu, kita dapat menyaksikan permukaan Bulan yang berbeda-beda meski selalu terpapar cahaya dari Matahari.

Bulan melewati setidaknya delapan fase, untuk menyelesaikan orbitnya yang berlangsung selama 29,5 hari. Berikut 8 fase bulan terdiri dari;

1. Bulan baru
2. Bulan sabit membesar
3. Kuartal pertama
4. Bulan cembung membesar
5. Bulan purnama
6. Bulan cembung mengecil
7. Kuartal ketiga
8. Bulan sabit mengecil.

Siklus ini mencapai puncaknya pada Bulan purnama-saat Bulan tampak tampak seperti lingkaran penuh, terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Berdasarkan sudut pandang manusia di Bumi, permukaan Bulan hanya akan tampak bagian yang terkena cahaya dari Matahari saja.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads