Bumi begitu terang ketika Bulan menerangi pada malam hari. Namun, tahukah detikers jumlah bulan di Tata Surya ternyata begitu banyak?
Kita tahu bahwa Bumi hanya memiliki satu satelit alami, yaitu Bulan. Namun, jika kita menengok ke alam semesta yang lebih luas, persepsi kita tentang jumlah Bulan ternyata bisa sangat berbeda.
Saking banyaknya, ada ratusan Bulan di Tata Surya kita, mulai dari batuan ruang angkasa seukuran kota hingga benda langit raksasa yang hampir sebesar planet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, berapa banyak bulan yang sebenarnya telah ditemukan manusia di sistem Tata Surya kita?
Berapa Jumlah Bulan di Tata Surya?
Secara singkat, jawaban atas pertanyaan ini sangat bergantung pada bagaimana kita mendefinisikan sebuah 'Bulan'. Pertanyaannya: 'Berapa jumlah Bulan di Tata Surya?'
Jawabannya karena definisi benda langit yang beragam. Proses identifikasi ini hampir selalu melibatkan pengamatan mendalam terhadap planet utama, asteroid, hingga planet kerdil.
Secara garis besar, bulan di Tata Surya berasal dari dua sumber utama: 439 Bulan yang mengorbit delapan planet utama dan 531 Bulan yang mengelilingi benda-benda kecil. Gabungan kedua jenis ini membuat total Bulan di Tata Surya mencapai 970 objek per Maret 2026, menurut data dari International Astronomical Union (IAU) dan NASA.
Proses penemuan ini bermula dari kemajuan teknologi teleskop. Dalam beberapa tahun terakhir, para astronom terus menemukan puluhan bulan baru, baik yang mengorbit planet-planet besar maupun benda-benda kecil di ruang angkasa.
Hal ini berkaitan dengan cara para ahli memantau alam semesta. Satelit-satelit baru yang ditemukan sering kali berupa batuan tak beraturan seukuran kota, hingga benda bulat masif yang hampir menyerupai planet.
Karena teknologi pemantauan ruang angkasa terus berkembang, angka 970 objek ini diperkirakan hanyalah 'puncak gunung es'. Penemuan satelit baru pun diprediksi akan terus meningkat seiring waktu, sehingga daftar anggota Tata Surya kita semakin banyak.
Bulan dalam Astronomi
Dalam astronomi, Bulan bukan sekadar benda yang terlihat di langit malam. Secara sederhana, Bulan adalah benda langit yang mengorbit objek yang lebih besar, seperti planet, tetapi bukan bintang.
Namun, definisi ini tidak selalu lengkap karena bulan memiliki berbagai karakteristik fisik dan orbit yang membedakannya dari satelit buatan maupun planet, termasuk ukuran, komposisi, dan interaksi gravitasi dengan planet induknya.
Misalnya, ribuan satelit buatan manusia mengorbit Bumi, tetapi mereka tidak dianggap sebagai Bulan karena bersifat buatan dan hanya bertahan sementara sebelum akhirnya jatuh kembali ke atmosfer.
Hal ini terkait dengan cara para ilmuwan mengklasifikasikan benda langit. Beberapa benda alami yang ikut mengitari planet, seperti quasi-moons dan minimoons, hanya bersifat sementara dan tidak mengorbit planet induknya secara permanen.
Selain itu, ukuran juga menjadi faktor penentu. Partikel kecil yang membentuk cincin Saturnus dan Uranus memang mengorbit planet, tetapi mereka tidak disebut bulan. Objek yang berukuran kurang dari beberapa ratus kaki sering kali hanya disebut sebagai bulan cincin atau moonlets karena definisinya yang masih samar.
Bulan dan Klasifikasinya
Bulan milik planet terbagi menjadi dua kelompok utama: Bulan reguler dan Bulan tidak reguler. Bulan reguler biasanya lebih besar, mengorbit dekat planet, dan memiliki lintasan yang hampir melingkar di sekitar khatulistiwa planet induknya.
Sementara Bulan tidak reguler umumnya berukuran jauh lebih kecil dengan orbit yang luas dan berbentuk elips (lojong) di sekitar planet mereka. Di antara Bulan-Bulan reguler tersebut, terdapat sekitar 20 objek yang dikategorikan sebagai Bulan utama karena ukurannya cukup besar untuk membentuk bentuk Bulat akibat gravitasi mereka sendiri.
Hal ini berkaitan dengan cara gravitasi dan sejarah pembentukan masing-masing planet memengaruhi satelit yang mereka miliki. Merkurius dan Venus, misalnya, tidak memiliki Bulan sejati karena letaknya yang terlalu dekat dengan Matahari.
Bumi hanya memiliki satu bulan utama, yaitu Bulan. Sementara tetangga kita, Mars, memiliki dua bulan kecil bernama Phobos dan Deimos.
Mengutip Space Place NASA, di antara planet di tata surya kita, Saturnus yang memiliki jumlah Bulan terbanyak, yaitu sejumlah 146 bulan (laporan per 8 Juni 2023).
Jadi, Berapa Jumlah Bulan di Tata Surya?
Saat ini, para astronom telah mengidentifikasi lebih dari 900 Bulan di Tata Surya. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring kemajuan teleskop dan teknologi pengamatan.
Hal ini berkaitan dengan cara para astronom menemukan objek-objek kecil yang mengorbit planet maupun benda langit lainnya. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mungkin ada ratusan, bahkan ribuan Bulan berukuran sangat kecil yang masih menunggu untuk ditemukan dengan bantuan teleskop yang lebih canggih.
Seorang astronom, Ashton, memperkirakan bahwa jumlah total Bulan di Tata Surya bisa mencapai sekitar 10.000.
Dengan kata lain, meski kita sudah mengetahui ratusan bulan, kemungkinan besar Tata Surya masih menyimpan banyak Bulan tersembunyi yang menunggu untuk ditemukan. Jumlah ini tentu bisa terus bertambah seiring penemuan baru dan pengamatan yang lebih canggih pada masa depan.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(crt/faz)











































