BRIN Ungkap Titik-titik Krusial Program MBG, Keracunan Bisa Dicegah

ADVERTISEMENT

BRIN Ungkap Titik-titik Krusial Program MBG, Keracunan Bisa Dicegah

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 06 Mei 2026 15:30 WIB
Pekerja memperlihatkan sejumlah paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Lumajang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026). Selama Ramadhan, menu MBG untuk siswa disesuaikan menjadi paket makanan kering y
Menu MBG. (Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan lebih dari satu tahun lamanya. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Prof Dr Dede Anwar Musadad, mengatakan ada critical control points (CCP) dalam penyelenggaraan program tersebut.

CCP adalah titik-titik krusial dalam setiap tahapan pengelolaan pangan yang harus diawasi secara ketat untuk mencegah risiko kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dede menjelaskan, keamanan pangan memiliki dasar hukum yang kuat di Indonesia. Regulasi ini menekankan pentingnya pangan yang aman, higienis, bermutu, dan bergizi.

ADVERTISEMENT

"Keamanan pangan bertujuan mencegah cemaran biologis, kimia, maupun benda lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia," tegasnya dalam laman BRIN dikutip Rabu (6/5/2026).

Sumber Keracunan MBG

Dede menyoroti kasus keracunan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, ada berbagai sumber cemaran pangan, termasuk faktor fisik, biologis, kimia, hingga alergen.

Ada empat patogen yang kerap ditemukan dalam kasus kontaminasi pangan, seperti:

1. Escherichia coli
2. Bacillus cereus
3. Staphylococcus aureus
4. Salmonella.

Titik kritis yang menyimpan risiko terbesar pengolahan makanan ada pada proses memasak, penyimpanan makanan matang, serta lamanya waktu konsumsi.

Selain itu, Dede melihat kompleksitas program MBG yang menjangkau puluhan juta penerima manfaat. Skala besar dan panjangnya rantai distribusi berisiko meningkatkan kontaminasi.

"Produksi pangan dalam jumlah besar dengan proses yang panjang meningkatkan potensi kontaminasi, terutama karena kelompok sasaran seperti anak sekolah termasuk kelompok rentan," ungkapnya.

KeracunanMBG Dapat Dicegah

Menurutnya, keracunan pangan MBG sebenarnya dapat dicegah. Dede menekankan pentingnya penerapan sanitasi secara menyeluruh di seluruh rantai proses pangan. Menurutnya, setiap pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab dalam mengendalikan risiko.

"Setiap pihak yang terlibat dalam rantai pangan wajib mengendalikan risiko, baik dari bahan, peralatan, maupun lingkungan," jelasnya.

Selain itu, Dede mengingatkan jika standar operasional MBG masih belum seragam. Ia mendorong standar pelayanan dan pengelolaan agar diperkuat.

"Program ini masih terus berkembang, sehingga standar pelayanan dan pengelolaannya perlu diperkuat," sarannya.




(nir/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads