Ini Jembatan Tertinggi di Dunia, 626 Meter di Atas Jurang

ADVERTISEMENT

Ini Jembatan Tertinggi di Dunia, 626 Meter di Atas Jurang

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Sabtu, 02 Mei 2026 11:00 WIB
Jembatan Huajiang
Jembatan Huajiang di China, setinggi 626,01 meter, jadi jembatan tertinggi di dunia. Proyek kunci jalan tol ini pangkas waktu perjalanan 1 jam jadi 2 menit. Foto: Glabb via Wikimedia Commons
Jakarta -

Detikers, bayangkan melintasi jurang raksasa setinggi ratusan meter, dengan tebing-tebing curam di kanan kiri dan sungai yang tampak jauh di bawah kaki. Sensasi menegangkan itu kini bisa dirasakan di China lewat Huajiang Canyon Bridge.

Jembatan gantung ini memiiki tinggi 626,01 meter. Catatan ini membuat jembatan Huajiang menyandang gelar sebagai jembatan tertinggi di dunia dari Guiness World Records (GWR), diumumkan pada Selasa (28/4/2026).

"Ketinggian akhir Jembatan Grand Canyon Huajiang yang terkonfirmasi adalah 626,01 meter, melampaui rekor dunia sebelumnya, yaitu 565,4 meter," kata juri GWR Luo Qiong pada seremoni rekor, dikutip dari laman Xinhua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Britannica, kehadiran Huajiang Canyon Bridge bukan sekadar proyek megastruktur, tetapi solusi transportasi penting yang memangkas waktu tempuh warga sekaligus menunjukkan kecanggihan teknik sipil modern.

ADVERTISEMENT

Tertinggi di Dunia, Bentangnya Hampir 3 Kilometer

Terletak di Provinsi Guizhou, China barat daya, jembatan ini membentang di atas ngarai Sungai Beipan. Panjang jembatan sekitar 2.890 meter, dengan bentang utama mencapai 1.420 meter.

Jembatan ini terdiri dari dua lajur kendaraan dan ditopang menara raksasa di kedua sisi ngarai. Menara penyangganya menjulang hingga 262 meter dan 205 meter dari fondasi masing-masing.

Struktur utama dek jembatan ditopang rangka baja besar yang terdiri dari 93 komponen baja bertulang dengan total bobot sekitar 22.000 ton.

Jembatan ini juga memiliki kabel gantung. Masing-masing tersusun dari 40.000 kawat baja, dirancang untuk menahan beban besar sekaligus kondisi cuaca ekstrem.

⁠Pangkas Waktu Perjalanan, 1 Jam Jadi 2 Menit

Jembatan Huajiang menjadi projek kunci di Jalan Tol Liuzhi-Anlong di Guizhou. Sebelum jembatan ini hadir, warga dan pengendara harus turun ke ngarai melalui jalan berliku tajam yang rawan longsor dan batu jatuh, atau memutar jauh mengelilingi lembah.

Rute tersebut bisa menambah waktu perjalanan lebih dari satu jam. Kini, menyeberangi lembah cukup memakan waktu sekitar dua menit.

Bagi Provinsi Guizhou, hal ini sangat penting. Kawasan tersebut berkembang sebagai pusat data dan infrastruktur digital China karena suhu sejuk serta kondisi geologis yang mendukung pembangunan pusat server.

Dibangun di Medan Sulit Pakai Teknologi Canggih

Pembangunan dimulai pada 18 Januari 2022. Salah satu tantangan terbesar adalah medan berbatu, curam, dan berpori yang membuat fondasi harus dirancang ekstra kuat.

Untuk menstabilkan sistem kabel, insinyur menggali tunnel anchor sedalam sekitar 94 meter di batuan sekitar menara. Komponen besar jembatan juga dikirim dalam bentuk modul agar aman melewati jalur pegunungan.

Selama konstruksi, tim memakai salah satu cable crane terbesar di dunia untuk mengangkat bagian-bagian jembatan melintasi jurang. Sistem satelit BeiDou juga digunakan untuk pemetaan dan posisi real-time.

Karena area ini memiliki turbulensi angin tinggi, insinyur memasang pemecah angin dan sensor serat optik di kabel untuk memantau tekanan, suhu, serta kelembapan.

Menjadi Destinasi Wisata Ekstrem

Huajiang Canyon Bridge juga dirancang sebagai destinasi wisata. Di salah satu menaranya akan ada kafe dengan akses lift kaca, jalur kaca dengan pemandangan ngarai, serta area aktivitas ekstrem seperti bungee jumping dan skydiving.

Artinya, selain menjadi sarana transportasi, jembatan ini juga menjadi ikon wisata baru yang memadukan rekayasa modern dan panorama alam dramatis.




(rhr/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads