×
Ad

Penelitian Ungkap Ternyata Orang Kaya Lebih Cenderung Pakai AI

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 01 Mei 2026 20:00 WIB
Foto: (Ilustrasi AI bgenerated by ChatGPT)
Jakarta -

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara meluas, ternyata dapat menciptakan bentuk kesenjangan digital. Peneliti komunikasi, Profesor Sai Wang dan rekan-rekannya di Hong Kong Baptist University memperingatkan hal ini.

Pasalnya, ia dan tim telah menganalisis data tentang penggunaan AI oleh lebih dari 10.000 warga Amerika. Lantas, analisis tim Profesor Sai Wang mengungkap, orang-orang dengan tingkat pendidikan atau pendapatan yang lebih tinggi cenderung lebih sadar akan AI, lebih familiar dengan AI, dan lebih mungkin menggunakannya daripada mereka yang memiliki status sosial ekonomi yang lebih rendah.

Para peneliti mendefinisikan kesadaran AI, utamanya merupakan pengetahuan penggunaan teknologi dalam berbagai konteks. Sementara itu, familiaritas dengan AI berkaitan dengan pengetahuan yang dirasakan orang tentang AI, terlepas dari pemahaman mereka yang sebenarnya tentang AI.

Memangnya Kenapa Jika Ada Kesenjangan Penggunaan AI?

Profesor Wang menegaskan, kesenjangan dalam pemanfaatan AI memungkinkan sebagian kelompok untuk keuntungan mereka sendiri, tetapi yang lain tertinggal.

"Menutup kesenjangan kesadaran AI sangat penting, karena jika hanya orang-orang dengan pendapatan atau pendidikan yang lebih tinggi yang menyadari AI dan penggunaannya, ini dapat memperkuat ketidaksetaraan sosial," jelas Profesor Wang.

"Hal ini memungkinkan beberapa kelompok untuk memanfaatkan teknologi canggih untuk keuntungan mereka, sementara yang lain tertinggal," imbuhnya, dikutip dari Phys.org.

Contohnya, pelamar kerja yang mengetahui perusahaan-perusahaan menggunakan AI untuk penyaringan, maka dapat lebih menyesuaikan resume mereka. Sebaliknya, mereka yang kurang memiliki pengetahuan akan hal ini, bisa kehilangan peluang tanpa menyadarinya.




(nah/nwk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork