Apakah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 Libur? Cek Kalender di Sini!

ADVERTISEMENT

Apakah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 Libur? Cek Kalender di Sini!

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 27 Apr 2026 12:30 WIB
Hari Pendidikan Nasional 2 Mei
Hari Pendidikan Nasional. Foto: Gemini AI
Jakarta -

Pada tanggal 2 Mei, masyarakat Indonesia akan memperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Hari Pendidikan Nasional 2026 sendiri jatuh pada hari Sabtu.

Sebelumnya perlu untuk diketahui bahwa Hari Pendidikan Nasional digelar untuk mengenang sosok Bapak Pendidikan Indonesia yakni Ki Hadjar Dewantara.

Pada hari besar nasional, biasanya pemerintah memberikan jatah hari libur nasional atau cuti bersama. Lantas, apakah 2 Mei 2026 merupakan hari libur?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cek ketentuannya berikut ini sesuai dengan kalender Indonesia 2026.

ADVERTISEMENT

Apakah pada Hari Pendidikan Nasional Libur?

Pada Sabtu, 2 Mei 2026 nanti yang kemudian diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, ternyata bukanlah hari libur nasional maupun cuti bersama.

Ketentuan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas sebagai bukan hari libur telah ditetapkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Libur.

Keputusan tersebut berbunyi:

MEMUTUSKAN :

Menetapkan: Keputusan Presiden tentang perubahan Keputusan Presiden No.316 tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional jang bukan hari libur .

Pasal I.
Pasal 1 angka 1 Keputusan Presiden No.316 tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional jang bukan hari libur, diubah sehingga berbunji sebagai berikut:
"1. Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei".

Pasal II.
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkannja.

Begitu juga dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang hari libur nasional dan cuti bersama 2026. Tidak disebutkan bahwa Hardiknas sebagai hari libur nasional.

Namun, jika detikers berpacu pada ketentuan kantor atau sekolah di mana hari Sabtu merupakan libur akhir pekan, maka bisa disebut bahwa Hardiknas jatuh pada hari libur (akhir pekan).

Latar Belakang Hari Pendidikan Nasional

Hardiknas sangat identik dengan sosok Ki Hajar Dewantara. Mengutip laman BPMP Riau Kemendikdasmen, ia adalah pelopor pendidikan bagi kaum pribumi.

Ia memperjuangkan pendidikan masyarakat pada era kolonialisme. Ki Hadjar Dewantara juga telah ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan nasional.

Adapun nama asli dari Ki Hadjar Dewantara adalah RM Suwardi Suryaningrat. Ia lahir pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta.

Ia termasuk kalangan berada karena latar keluarga yang kaya. Ia dikenal juga sebagai lulusan STOVIA, sekolah kedokteran pada masanya.

Namun, karena sakit, ia tidak menuntaskan pendidikannya di sana. Ki Hadjar Dewantara kemudian berkarier sebagai wartawan di media surat kabar seperti De Express, Utusan Hindia, dan Kaum Muda.

Selain sebagai jurnalis, Ki Hadjar Dewantara juga dikenal sebagai sosok yang berani menentang kebijakan kolonialisme. Salah satunya kebijalan tentang anak-anak Belanda dan kaum priyayi saja yang berhak mengenyam bangku pendidikan.

Kriktik tajamnya sempat membuat Ki Hadjar Dewantara diasingkan Belanda bersama Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Ketiga sosok ini kemudian dijuluki sebagai Tiga Serangkai.

Sepulang dari pengasingan, Ki Hadjar Dewantara mendirikan sebuah lembaga pendidikan yakni Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa.

Ki Hadjar kemudian membuat semboyan yang terkenal hingga saat ini, yakni:

Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.

Maknanya, di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik; di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide; dari belakang, seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan.




(cyu/cyu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads